banner 728x250

Terkait Izin Ekspor-Impor Komisi I DPRD Bandarlampung Bakal Panggil Gudang Dermala

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG- Mendengar adanya operasional gudang yang diduga tidak memiliki sertifikat izin ekspor-impor akan ternak atau sertifikat GMP+ (Good Manufacturing Practice) dari pihak karantina.

Komisi I DPRD Bandarlampung meradang dan mereka meminta pihak terkait dapat mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara operasional kegiatan ekspor-impor perusahaan tersebut.

banner 336x280

Menurut anggota Komisi I DPRD Kota Bandarlampung Nisfu Apriana, meskipun izin ekspor-impor bukan kewenangan dari Pemkot Bandarlampung, akan tetapi sebagai anggota legislatif pihaknya memiliki kewenangan memberikan rekomendasi kepada pihak terkait untuk setiap jenis usaha dan perusahaan yang berlokasi di Kota Bandarlampung, maka wajib mematuhi aturan yang berlaku.

“Ya kalau tidak memiliki izin atau sertifikat izin ekspor-impor akan ternak atau sertifikat GMP+ maka perusahaan wajib di stop dulu operasionalnya, karena izin tersebut harus sebagai kelengkapan berkas. Kami bisa saja menghimbau atau bersurat ke pihak terkait barat perusahaan dapat mematuhi aturan yang berlaku dan kami ada hak melakukan pemanggilan perusahaan,” ucapnya, Rabu (06/03/2024).

Baca Juga  Putra Lampung Laksamana Pertama TNI Idham Dinilai Layak Jadi PJ Gubernur Lampung

Dan apalagi, sambung Nisfu, dari warga ada laporan juga dengan berdirinya Gudang Dermala banyak efek negatif terutama polusi udara.

Diketahui, sebelumnya, warga Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang,, Kota Bandar Lampung mengeluhkan adanya aktivitas bongkar muat bungkil yang berada di Gudang Dermala, yang terdapat di kelurahan Way Lunik.

Bukan hanya itu, gudang tersebut juga diduga belum mengantongi sertifikat izin ekspor-impor akan ternak atau sertifikat GMP+ (Good Manufacturing Practice) dari pihak karantina.

Warga juga mengeluarkan aktivitas bongkar muat tersebut membuat debu bungkil masuk ke rumah warga dan mengganggu serta menimbulkan penyakit bagi warga.

Selain itu juga diduga Gudang Dermala tidak mengantongi izin ekspor-impor atau tidak memiliki sertifikat GMP+ (Good Manufacturing Practice). Dimana, Gudang Dermala melakukan kegiatan eekspor-impor pakan ternak. Dan sertifikat GMP+ adalah merupakan standar kualitas untuk produsen pakan.

Baca Juga  Walikota Lantik Direktur Utama BPR Syariah Bandarlampung

Nah, menanggapi dugaan hal tersebut, Kepala Gudang Dermala Panjang, Ahmad Riyanto, mengaku jika selama ini perusahaan atau gudang mereka tidak ada masalah dan kegiatan ekspor-impor tetap berjalan lancar. “Saya ini sebetulnya tidak ada wewenangnya, tapi soal izin sertifikat itu nanti saya coba koordinasi dengan pusat, tapi selama ini kami tidak ada masalah dengan kegiatan ekspor-impor kami,” jelasnya.

Disinggung, jika tidak ada sertifikat GMP+ tersebut apakah menurut bapak tidak ada masalah, tidak ada pelanggaran dalam usaha ekspor-impor bahan pakan? Menurut dia, “Selama ini kami ke mana-mana pun nggak ada masalah, yang jelas setau saya ya seperti itu, tapi nanti saya coba lapor sama atasan dulu di pusat,” tandasnya. (*/red)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *