BANDARLAMPUNG – Seorang Warga penghuni Perumahan elite CitraLand mengeluhkan tindakan manajemen yang diduga melakukan pemutusan aliran air secara sepihak. Penghuni menilai kebijakan tersebut telah merugikan konsumen.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang penghuni CitraLand, yang berinisial AW. Ia mengaku aliran air di rumah yang ditempatinya sempat diputus karena menunggak pembayaran selama dua bulan.
Menurutnya, tunggakan pembayaran air tersebut telah dilunasi. Ia menyebut biaya penggunaan air yang dibayarkan setiap bulannya mencapai sekitar Rp300 ribu per bulan.
Namun, setelah seluruh tunggakan dilunasi, aliran air di rumahnya disebut belum juga diaktifkan kembali oleh pihak manajemen. “Ini hal hal seperti ini yang gak bisa dibiarkan, saya sudah bayar lunas tunggakan, tapi hingga siang air di rumah saya nggak juga dihidupkan, alasannya saya harus bayar uang pembukaan segel. Saya sudah banyak diam selama ini,” beber dia.
Nah, selanjutnya manajemen CitraLand meminta penghuni yang sebelumnya menunggak untuk membayar biaya tambahan sebesar Rp 250 ribu sebagai biaya pembukaan segel sebelum aliran air kembali disambungkan. ”
Kebijakan tersebut dinilai tidak tepat dan semakin membebani penghuni yang telah melunasi kewajibannya. “Menurut saya tindakan tersebut tidak benar. Kami sudah melunasi tunggakan, tetapi air belum juga dihidupkan dan masih diminta membayar biaya pembukaan segel sebesar Rp 250 ribu,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan yang diterapkan manajemen terlalu memberatkan konsumen dan berpotensi merugikan penghuni perumahan.
Karena itu, pihaknya berharap manajemen CitraLand dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait dasar penerapan biaya tersebut serta segera mengaktifkan kembali layanan air bagi penghuni yang telah melunasi tunggakannya.
Sementara itu, Yuzi Humas Citraland saat dihubungi ia mengaku sedang ada tamu nanti dihubungi kembali. “Wait ya, saya sedang ada tamu nanti saya hubungi,” kata dia.
Senada juga diungkapkan Arif, salah seorang management Citra Land ini pun mengaku jika untuk masalah konfirmasi dari media diserahkan kepada Yuzi. “Mohon maaf kalau untuk konfirmasi mengenai persoalan dari mas media silahkan ke pak Yuzi,” kata dia. (*/)







