Berita  

Fenomena Geng Motor dan Konten Jalanan, Rohis Ditantang Jadi Tembok Benteng Remaja

banner 120x600

BANDAR LAMPUNG — Realitas kehidupan remaja di Kota Bandar Lampung hari ini diwarnai oleh tantangan moral yang cukup kompleks. Fenomena geng motor, aksi tawuran demi konten media sosial, hingga ancaman penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas kerap menghiasi sudut-sudut kota pada malam hari.

Di tengah krisis jati diri yang dialami para pelajar, peran wadah pembinaan karakter menjadi hal yang kian krusial.
​Melihat fenomena tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Muhammad Suhada, menyoroti pentingnya peran Rohani Islam (Rohis) sekolah sebagai benteng pertahanan moral generasi muda.

Hal itu disampaikannya di sela kegiatan Grand Launching Anggota Muda Rohis (GLA Amar) 2026 yang digelar Forum Kerja Sama Alumni Rohis (FKAR) di Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Ahad (4/10/2026).

Baca Juga  Sulistiani: Tanamkan Ideologi Pancasila Mulai dari Keluarga di Rumah

​Menjawab Krisis Jati Diri Pelajar

​Menurut Suhada, remaja masa kini dihadapkan pada godaan yang jauh lebih berat ketimbang generasi terdahulu. Akses informasi tanpa batas melalui media sosial sering kali menyeret para pelajar ke dalam pergaulan yang destruktif jika tidak dibekali imunitas spiritual dan filter sosial yang kuat.

​”Dinamika dan tantangan remaja saat ini sangat besar. Kita berharap generasi muda ke depan memiliki benteng diri yang lebih kuat,” ujar mantan Ketua Umum FKAR Bandarlampung tersebut.

​Ia menegaskan bahwa Rohis tidak boleh sekadar menjadi organisasi formalitas sekolah, melainkan harus hadir sebagai solusi konkret dalam menjawab persoalan pelajar di lapangan—mulai dari pembinaan akhlak, pencegahan pergaulan bebas, hingga mengajarkan ketaatan pada aturan sekolah dan orang tua.

Baca Juga  DPRD Kota Bandarlampung Soroti Pengawasan Internal Inspektorat

​Pergaulan Positif sebagai Alternatif ‘Nongkrong’ Positif

​Di tengah godaan kelompok sebaya (peer group) negatif yang sering kali menjadi pintu masuk kenakalan remaja, Suhada menilai keberadaan komunitas Rohis bisa menjadi wadah pertemanan alternatif yang menyehatkan.

​Mengutip pesan tentang pengaruh lingkungan pergaulan, alumni SMAN 2 Bandar Lampung ini menekankan pentingnya memilih teman sebaya.

Dengan bergabung dalam ekosistem pertemanan yang saling mendukung secara positif, para pelajar diharapkan tidak mudah goyah oleh tekanan pergaulan luar.

​”Rohis harus mampu menjadi contoh bagi sesama pelajar dan aktif mengajak teman-temannya di sekolah untuk berkontribusi positif, sehingga bisa memberikan warna yang baik bagi dunia akademik maupun lingkungan sosial mereka,” tutup Suhada. (*/rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *