banner 728x250

Setoran PAD Bank Waway Anjlok, Alasan Persaingan Suku Bunga

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Dua pimpinan DPRD Ketua Wiyadi dan Wakil Ketua Aef Saripudin, mengawal langsung pertemuan antara Komisi II DPRD Bandarlampung dengan Bank Waway, di kantor management Bank milik pemkot Bandarlampung, Jum’at (26/05/2023).

Hadir dari pihak Bank Waway, Direktur Utama Ahmad Tamidi, Direktur Operasional Diana Sari, Komisaris Utama Anang Sofi, Komisaris Independen Yusdianto dan Ketua Komisi II Abdul Salim, para anggota Handri Kurniawan, Tigeri, Hermawan,  Fandi Tjandra dan Abdul Malik.

banner 336x280

Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa penyetoran pendapatan nasional daerah (PAD) Bank Waway ke pemkot setempat, yang anjlok. Bahkan dari tahun 2019 hingga 2023 turun drastis hanya mencapai angka Rp4,9 Miliar lebih.
Berdasarkan buku laporan perkembangan modal setor dari pemegang saham terlihat dari 2019 neraca setoran PAD Rp 6,9 M lebih tahun 2020 Rp 8,0 M lebih 2021 Rp9, 1 M lebih 2022 Rp 7,4 M lebih dan di 2023 Rp4, 959 M lebih.

Menyikapi anjloknya setoran pendapatan daerah Bank Waway ke Pemkot Bandar Lampung, Ketua Komisi II DPRD Bandarlampung, Abdul Salim menegaskan jika Bank Waway harus memiliki inovasi-inovasi baru management untuk meningkatkan pendapatannya.
“Hasil kunjungan kami komisi II bersama pimpinan DPRD ke Bank Waway ini, kita berharap, kedepan Bank memperbaiki management dan ada trobosan agar tidak lagi anjlok setoran PAD ke pemkot. Kita komisi II juga memotivasi agar management bertemu untuk bangkit,” kata Abdul Salim.

Baca Juga  Dua Tahun Ijazah Ditahan, Didatangi Ketua DPRD Langsung Diberikan Gratis

Disinggung, jika melihat kinerja Bank Waway yang anjlok apakah ada penyertaan modal lagi untuk tahun 2023? Menurut Politisi PAN ini alasan anjloknya setoran PAD disamping persaingan dunia perbankan (suku bunga) juga karena pengaruh covid-19 yang melanda dunia, sehingga semua lini dunia usaha mengalami imbas dan berdampak pada ekonomi seluruh lapisan. “Ya kalau tahun ini belum kita anggarkan untuk penyertaan modal, insyaallah yang akan datang mudah-mudahan akan kita usukkan,” tuturnya.

Sementara, Direktur Utama Bank Waway Ahmad Tamidi, menjelaskan bahwa anjloknya pendapatan Bank Waway atau untuk setoran pendapatan daerah dikarenakan pesatnya persaingan suku bunga di pasaran.

“Kita keteteran masalah suku bunga, suku bunga yang semula kita jual 12 persen menjadi 7 persen, sudsh berapa poin itu turunnya, selain itu juga bank memajukan teknologi masa kini sehingga menjadi beban pembiayaan dan juga ada tambahan karyawan yang juga merupakan beban pembiayaan yang bertambah,” kata Tamidi.

Baca Juga  DPRD Bandarlampung Sidang Paripurna Penyampaian LPJ Walikota Tahun 2023

Disinggung, bagaimana dengan kredit macet, apakah termasuk UMKM mengalami kredit macet? “Kalau kredit bermasalah itu pasti ada tapi bagaimana kita meyelesaikannya,” ungkapnya.

Kedepan, sambung Tamidi, bagaimana cara management Bank Waway meningkatkan pendapatan untuk memajukan bank milik pemkot Bandar Lampung tersebut? “Kita harus genjot lagi kreditnya, harus lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Ditambah Tamidi, selama ini Bank Waway nasabah terbesarnya adalah 90 persen masih di tataran pegawai pemkot Bandar Lampung. “Namun ke depan kita pelan pelan akan merambah ke usaha produktif. Dan dunia usaha lainnya,” tandasnya. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *