banner 728x250

Politisi Gerindra; Orangtua Harus ‘Kepoin’ Kegiatan dan HP Anak

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Perkembangan jaman dan seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan transaksi elektronik (ITE) bukan tidak menutup kemungkinan dapat mempengaruhi moral dan etika anak. Karena itu, sudah jadi tugas orangtua untuk mengawasi dan memberikan pemahaman tentang moral Pancasila.

“Di era globalisasi sekarang ini, nilai-nilai luhur Pancasila mulai kendor, apalagi dengan pengaruh teknologi IT yang tidak disaring dengan pengawasan orangtua tentu dapat merusak Tunas bangsa,” ujar Anggota DPRD Kota Bandar Lampung M.I Darma Setiyawan, dalam acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di elurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kamis (06/04/2023).

banner 336x280

Politisi partai Gerinda besutan Prabowo Subianto ini memaparkan zaman yang terus maju, perkembangan teknologi yang kian cepat sehingga memungkinkan anak mengenal teknologi lebih dini. Maka sebagai orang tua menguasai informasi dan teknologi menjadi salah satu hal penting agar mampu beradaptasi.

“Ya kita sebagai orang tua harus kepo-in kegiatan dan handphone (HP) anak, sehingga kita tau kegiatan yang dilakukan anak, harus kita kontrol kegiatan anak, handphone harus kita kontrol, apalagi dalam arus internet handphone, wajib dia ketahui supaya bisa tidak terpengaruh dengan budaya luar yang dapat membuat mengarah pada kegiatan yang anarkisme,” ungkapnya.

Baca Juga  Erwansyah: Arus Global Menggerus Budaya Leluhur Bangsa

Selain itu juga anggota Komisi I DPRD Bandarlampung ini mengatakan bahwa Partai Gerindra, sudah menjadi penekanan Ketua Umum Prabowo Subianto, untuk tidak melupakan masyarakat yang telah menberikan amanah sehingga jadi anggota legislatif. “Tidak lupa saya mohon doa agar dalam mengemban tugas kedepan bisa amanah. Dan terus bisa membawa aspirasi warga. Dua tahun kita semua dilanda pandemi covid-19 sehingga tidak bisa bertatap muka, makanya saat ini saya kembali menyapa masyarakat,” jelasnya.

Narasumber PIP-WK AKBP Feriwanto, dari Direktorat Binmas Polda Lampung, yang menjabat sebagai Kasubdit Polsus, ia memaparkan jika Pancasila sudah yang paling cocok di negara Indonesia, dimana
Negara yang beraneka ragam agama dan budaya, adat istiadat, suku dan ras dapat Damai dan sejahtera, itu karena Pancasila.

“Negara luar itu bingung, kenapa bisa dengan beranekaragam budaya Indonesia bisa rukun. Namun demikian juga dalam pemahamannya ada jugaWawasan kebangsaan ada empat, yakni Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” paparnya.

Baca Juga  Proyek Jalan Lingkungan Ragom Gawi Diduga Asal Jadi

“Karena itu juga, saya mengajak para orangtua ayo kita awasi putra/ putri kita, karena kita lihat di berita dan medsos ada tawuran antar gengs, ada aksi geng motor ada juga aksi perang sarung, makanya kalau anak udh jam 10 malam nggak pulang dicari, jangan dibiarkan, mengawasi ini juga membantu Polda Lampung untuk pengawasan anak-anak,” terangnya.

Sementara, narasumber lain, salah akademisi Fauzi Heri menjelaskan, saat ini masyarakat bukan lagi penghapal Pancasila, tapi bagaimana pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Pancasila adalah pengikat multi etnis dalam berwawasan kebangsaan. “Di negara kita ini ada dua golongan yang dominan, kelompok agamis dan nasionalis. Kelompok ini yang lahir di tengah masyarakat sehingga seringkali mewarnai pemilihan umum,” jelasnya.

Sekian itu, banyak sekali faktor yang membuat kenakalan remaja, salah satunya adalah arus globalisasi dan teknologi membuat remaja nakal, terjadi karena kurangnya pengawasan orangtua terhadap pemakaian teknologi internet. “Pembinaan Akhlak anak ini yang paling utama, jangan salah mendidik anak, ajarkan tentang norma-norma agama dan pemahaman tentang butir-butir Pancasila,” tandasnya. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *