banner 728x250

Ketua DPRD Wiyadi Tes Emak-Emak Hafal Sila Pancasila

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Hi. Wiyadi., SP., M. M., melakukan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (IP-WK) di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Senin (20/11/2023).

Dalam kesempatan itu Wiyadi selain menjelaskan tujuan dilaksanakan sosialisasi IP-WK, agar masyarakat lebih paham dan lebih mengenal ideologi pancasila dan apa yang disampaikan para pemateri dapat diterapkan di rumahnya dan lingkungan tempat tinggal.

banner 336x280

Di sela-sela sambutannya politisi PDI-Perjuangan ini pun berdialog dengan peserta menanyakan seputar pengetahuan tentang pancasila. Dia mengetes emak-emak yang hafal tentang sila-sila pancasila. “Ayo dong kaum milenial jangan kalah sama emak-emak yang umur 57 tahun masih hapal sila-sila pancasila,” ujar Wiyadi.

Selanjutnya, legislator besutan ketua umum Megawati Soekarno Putri, juga memberikan quiz pertanyaan seputar pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan Pilpres. Para peserta pun antusias karena jika dapat menjawab pertanyaan ada hadiah doorprize dari Ketua DPRD Wiyadi.

Baca Juga  Warga Nilakandi Keluhkan Bau Busuk Penumpukan Sampah

“Saya tidak bosan-bosannya untuk menghimbau kepada warga agar jangan jadi golongan putih (Golput) gunakan hak pilih nanti pada 14 Februari 2024. Karena satu suara itu nanti menentukan 5 tahun nasib bangsa Indonesia. Jadi gunakan hak pilihnya,” ungkapnya.

“Jangan salah memilih pemimpin, pilih sesuai hati nuraninya. Pilih pemimpin lihat literasinya, beda pilihan boleh, tapi jangan jadikan perbedaan pilihan jadi permusuhan, itu yang salah, karena akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” kata dia lagi.

Sementara, pemateri pertama mantan Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung, Chandrawansyah menjelaskan bahwa acara sosialisasi ini untuk mengingat akan ideologi bahwa pancasila adalah pemersatu bangsa Indonesia sebagai pegangan hidup bangsa, untuk menjadi pegangan hidup.

Baca Juga  DPRD: Predikat WDP jadi Penilaian Negatif Pemkot harus Berbenah

“Bayangkan jika bangsa Indonesia tidak ada bahasa persatuan bahasa Indonesia, negeri yang terdiri dari banyak suku, budaya, bahasa, agama, ras dan lainnya, dengan adanya bahasa Indonesia, maka semua sama tidak ada perbedaan, semua jadi satu kesatuan NKRI, semua disamakan dengan ideologi Pancasila,” paparnya.

Selanjutnya, Ustadz Supratman Abdul Karim, pengasuh pondok pesantren ini memaparkan tentang wawasan kebangsaan dari perspektif keagamaan. Dan juga acara tersebut dihadiri Ketua Panwaslu, Kecamatan Kemiling. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *