banner 728x250

IP-WK Politisi Gerindra: Ojo Dibandingke Pancasila dengan Agama

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Pancasila sudah final sebagai dasar negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila sebagai pedoman hidup rakyat dalam berbangsa dan bernegara. Apalagi, jangan pernah membandingkan Pancasila dengan agama atau kitab Alquran.

Demikian, diungkapkan narasumber Khaidir Bujung mantan anggota DPRD provinsi Lampung, dalam acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) anggota DPRD Kota Bandar Lampung , M.I. Darma Setiyawan SE, saat melaksanakan sosialisasi di Kelurahan, Suka Menanti, Kecamatan Kedaton, Sabtu, (29/07/2023).

banner 336x280

Selanjutnya, dia menegaskan bahwa selain jangan pernah membandingkan Pancasila dengan kitab suci agama, juga jangan pernah ada pertanyaan ‘mana hebatnya Pancasila dengan alquran, ini pertanyaan jebakan, jangan dibanding bandingkan Pancasila dengan agama, karena al-quran adalah pedoman hidup umat agama islam dan Pancasila adalah pedoman hidup bangsa seluruh Indonesia.

“Jangan mencampur-adukkan agama dengan Pancasila dan Pancasila jangan pernah diperdebatkan karena sudah final Pancasila dasar negara Indonesia. Juga sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia yang penuh dengan perbedaan baik suku, agama, tas, budaya dan lainnya,” jelas Khaidir Bujung.

Baca Juga  Politisi Demokrat Sayangkan Sikap Arogansi Oknum Pol PP Aniaya Badut Jalanan

Lalu, kepana saat ini Pancasila didengungkan kembali, karena dinilai pemahaman di masyarakat sudah sedikit luntur. Karena itu kembali pemerintah menggalakkan sosialisasi ideologi Pancasila, agar pengamalan sila-sila Pancasila tertanam, terpatri di sanubari bangsa Indonesia.

“Ngak boleh satu orang pun memaksakan kehendak agama kepada orang lain. Juga sekarang sudah masuk tahapan politik, jangan karena beda pilihan pemimpin kita sering menjatuhkan marwah orang lain,” tandasnya.

Sementara, narasumber ke dua Fauzi Heri mantan Ketua KPU Kota Bandar Lampung, ia memaparkan tentang pengamalan sila- sila Pancasila. “Nah, pada sila ke-empat Pancasila, ‘Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Sila ini mengandung makna bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat dan mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Pada Sila ini rakyat memilih pemimpinnya melalui pemilihan umum dengan cara langsung bebas umum dan rahasia,” urainya.

Baca Juga  Tokoh Masyarakat dan Ustadz Ber-Do'a untuk Kemenangan Agus Sujatma

Dalam kesempatan itu, M. I Darma Setiayawan anggota DPRD Kota Bandar Lampung, politisi asal Partai Gerindra ini mengungkapkan bahwa pesan dari Ketua Umum Prabowo Subianto, jangan pernah melupakan masyarakat yang sudah memilih sehingga menjadi anggota legislatif.

“Kami kader Pantai Grindra ditugaskan pak Prabowo, untuk menemui konstituen, pesannya jangan lupakan pemilih yang telah memilih kader sehingga duduk di legislatif. Secara pribadi mohon maaf karena dua tahun lalu belum bisa silaturahmi karena dua tahun Indonesia dilanda pandemi covid-19,” kata dia.

“Warga Suka Menanti tidak asing bagi saya, karena saya pernah tinggal di Gang Onta, makanya saya tidak kaku dengan warga Suka Menanti. Saya tidak bisa undangan semua warga karena keterbatasan undangan. Mudah-mudahan ilmu yang kita dapat hari ini bermanfaat bagi kita dalam hidup bertetangga berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *