BANDARLAMPUNG – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung, Indra Feriza, menegaskan bahwa pendidikan karakter anak harus dimulai sejak usia dini. Ia juga mengingatkan para orang tua agar membatasi penggunaan gadget pada anak karena dapat memengaruhi interaksi sosial dan perkembangan empati mereka.
Menurut Indra, anak-anak perlu mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan orang lain agar mampu belajar menghargai sesama, berbagi, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat.
Hal tersebut disampaikan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bandar Lampung itu dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang digelar di Jalan dr. Harun 2 Gang Abdul Fatah Kelurahanl Kota Baru Kecamatan Tanjung Karang Timur, pada Sabtu (26/9/2026).
Indra menjelaskan, penggunaan gadget yang tidak terkontrol sejak usia dini dikhawatirkan dapat mengurangi kesempatan anak untuk belajar bersosialisasi dan memahami perasaan orang lain.
“Anak-anak perlu berinteraksi dengan sesama manusia. Dari interaksi tersebut, mereka belajar empati, berbagi, menghargai orang lain, serta membangun jiwa pertemanan. Karena itu, penggunaan gadget harus dibatasi dan diawasi oleh orang tua,” ujarnya.
Legislator asal partai berlambang pohon Beringin ini pun menyoroti maraknya kasus perundungan atau bullying di kalangan anak-anak. Menurutnya, pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai moral sejak dini menjadi hal penting untuk mencegah perilaku tersebut.
“Bagaimana anak bisa tumbuh menjadi manusia yang beradab jika dasar ketuhanan dan akhlak tidak ditanamkan sejak dini? Karena itu, berikan pemahaman agama serta ajarkan aturan dan nilai-nilai kebaikan agar ketika dewasa mereka tidak bertindak semena-mena terhadap orang lain,” paparnya.
Namun demikian, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian anak. Orang tua tidak hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga harus memberikan teladan, menanamkan nilai-nilai agama, serta mengawasi penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan sosialisasi PIP-WK tersebut, ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini, terutama nilai ketuhanan, kemanusiaan, kepedulian, dan sikap saling menghormati.
Dengan demikian, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, mampu menghargai perbedaan, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. (*/)







