BANDARLAMPUNG – Ketua Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung, Hi. Agusman Arief, menegaskan bahwa semangat persatuan dan kesatuan bangsa dapat terlihat dari antusiasme masyarakat saat mendukung Tim Nasional (Timnas) Indonesia dalam pertandingan sepak bola.
Menurutnya, ketika masyarakat menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia, termasuk melalui kegiatan nonton bareng (nobar), semua orang dapat bersatu meskipun tidak saling mengenal. Mereka memiliki tujuan yang sama, yakni mendukung dan mengharapkan kemenangan bagi Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Agusman Arief dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Pengajaran, pada Minggu (11/10/2026).
“Ketika kita menonton pertandingan Timnas Indonesia bersama-sama, mungkin kita tidak mengenal satu sama lain. Namun, kita bisa bersatu merajut kebersamaan dan memiliki harapan yang sama agar Timnas Indonesia meraih kemenangan,” ujar Agusman.
Nah, kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa masyarakat Indonesia mampu mengesampingkan perbedaan suku, ras, budaya, agama, bahasa, dan latar belakang lainnya demi tujuan bersama.
Dipaparkan Legislator Partai Demokrat ini, ketika Timnas Indonesia meraih kemenangan, masyarakat bersorak gembira, saling menyapa, bahkan berpelukan meskipun sebelumnya tidak saling mengenal.
“Ketika Timnas menang, kita bersukacita, bersorak, bahkan berpelukan. Padahal, kita tidak saling mengenal. Ini menunjukkan bahwa rasa kebersamaan dan kebanggaan terhadap Indonesia mampu menyatukan masyarakat tanpa membedakan suku, ras, maupun agama,” paparnya.
Agusman menambahkan, semangat persatuan seperti itulah yang harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila menjadi landasan penting untuk memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Ia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan dan persatuan seluruh elemen bangsa, bukan hanya oleh segelintir orang.
“Indonesia merdeka karena persatuan. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan rasa persatuan dan kesatuan, jangan sampai terpecah belah. Kita harus terus menjaga kebersamaan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.
Diketahui, kegiatan sosialisasi PIP-WK yang digelar legislator dari Partai Demokrat tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni MI. Darma Setiawan, mantan anggota DPRD Kota Bandar Lampung, serta Indah Satria, seorang dosen di Lampung. (ron)







