BANDARLAMPUNG- Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Sri Ningsih Djamsari menggelar acara Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Sukarame, pada Jum’at (09/05/2025).
Dua narasumber yang mengisi materi pada acara tersebut yakni Hambali Sanusi Politisi PPP yang juga mantan anggota DPRD Kota Bandar Lampung dan Weni Rosilawati Dosen UIN Raden Intan Lampung.
Kesempatan tersebut Anggota Fraksi PDI-Perjuangan sedikit terharu lantaran salah seorang peserta sosialisasi PIP adalah guru semasa di MIN. “Saya agak terharu karena saya saat ini didatangi oleh tamu kehormatan saya yaitu guru bahasa Indonesia saya saat sekolah di MIN. Di usia saya saat ini 50 lebih guru MIN saya masih sehat. Pesan dari guru saya saat itu tidak ada murid yang bodoh, tetapi malas membaca. ‘ lbu ini murid kamu semasa MIN yang malas belajar dan suka tidur, saat ini sudah tiga priode jadi anggota DPRD bu,” ujar Sri Ningsih Djamsari, seraya mengusap air matanya yang terharu.
Dan juga, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung ini juga berpesan agar apa yang disampaikan dua pemateri agar disimak jangan hanya datang duduk dan apa yang disampaikan narasumber tidak disimak dan diterapkan di rumah. “Begini yang salah, harusnya peserta iru menyimak apa yang disampaikan narasumber, kita sama-sama belajar disini, apa yang menurut mu baik ambil dan terapkan di lingkungan kita, karena ideologi Pancasila itu tidak luput dari bagaimana kehidupan sehari-hari di lingkungan tempat tinggal,” ungkapnya.
Ideologi Pancasila itu, lanjut Srikandi PDI-Perjuangan yang telah tiga priode menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bandar Lampung, tidak terlepas dari sendi-sendi kehidupan, baik etika, hati nurani, saling harga-memghargai, hormat-menghormati, tepo seliro tenggang rasa dan lain sebagainya.
“Harapan saya apa yang disampaikan narasumber, meski lebih muda atau lebih tua, ambil ilmunya yang baik dan semua orang ada kekurangan dan kelebihan. Peserta jangan hanya datang-datang saja, tapi tidak menyimak, kan sayang pemerintah sudah menyediakan anggaran untuk masyarakat belajar mengingat kembali tentang ideologi bangsa Pancasila,” tandasnya. (ron)







