Pesan Agusman Arief: Orang Tua Harus Awasi Pergaulan Anak, Jadikan Pancasila sebagai Benteng Karakter

banner 120x600

BANDARLAMPUNG – Ketua Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung, Agusman Arief, mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

Menurutnya, apabila terdapat perubahan perilaku yang tidak wajar atau menyimpang, orang tua harus segera memberikan teguran dan pembinaan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Legislator Partai Demokrat itu saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Pengajaran, Rabu (29/7/2026).

Agusman menegaskan, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam mengarahkan anak agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang negatif.

“Kalau melihat anak menunjukkan perilaku yang tidak wajar atau mulai menyimpang, orang tua harus segera menegur dan memberikan arahan. Di situlah pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam keluarga,” ujarnya.

Baca Juga  Penyegelan TPA Bakung, DPRD Dorong Solusi Cepat dan Berkelanjutan

Ia juga meminta para orang tua untuk memperhatikan aktivitas anak-anak muda ketika berkumpul atau nongkrong. Jika ditemukan perilaku yang tidak baik, menurutnya, mereka perlu diberikan pembinaan agar tidak terpengaruh hal-hal yang dapat merusak masa depan.

“Nanti akan ada waktunya saya mengundang para anak muda itu untuk mengikuti sosialisasi PIP-WK agar mereka lebih memahami pengejawantahan nilai-nilai Ideologi Pancasila di rumah maupun di lingkungan, sebagai bekal dalam kehidupan mereka,” kata Agusman.

Selain menyoroti pembinaan karakter generasi muda, Agusman juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Ia menilai, tidak sedikit kasus curanmor terjadi karena pelaku merupakan orang yang dikenal korban.

Baca Juga  Ketua Fraksi Gerindra Dewi Mayang Suri: Disabilitas Bukan Batas Panggung Difabel Bukti Berekspresi

“Sering kali motor dipinjam, kemudian kuncinya diduplikasi. Karena itu masyarakat harus lebih waspada dan sebaiknya menggunakan pengaman atau kunci tambahan pada kendaraan. Fenomena seperti ini cukup banyak terjadi saat ini,” pungkasnya. (*/ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *