banner 728x250

Pendidikan Moral Pancasila Adalah Jati-diri Bangsa

  • Share
banner 468x60

Sosialisasi IP-WK Anggota DPRD Endang Asnawi

BANDARLAMPUNG-Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi, melakukan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (IP-WK) di daerah pemilihan (Dapil) Kelurahan Sukaraja, Bumi Waras, Rabu (15/03/2023).

banner 336x280

Dijelaskan Anggota Komisi I DPRD Bandar Lampung Endang Asnawi, jika agenda tersebut merupakan tugas dan kewajiban anggota DPRD dalam mengagendakan sosialisasi pembinaan ideologis Pancasila (PIP). “Tujuan agenda sosial sosialisasi ini adalah agar warga tau dan sadar serta bisa taat akan aturan, karena jika tidak patuh akan ada konsekwensi hukumnya jika melanggar, negara kita ada hukum yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” Kata Endang Asnawi.

Selain itu juga sambung politisi PDI-P ini, wawasan kebangsaan adalah suatu pandangan atau tolak ukur pengelolaan kebangsaan dan kenegaraan, yang tidak lepas dari landasan negara Pancasila dan UUD 1945. “Saya harapkan semua yang kita dapat dalam sosialisasi ini ditularkan di rumah, bersama anak keluarga dan kerabat, lalu tanamkan hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara, senantiasa hidup rukun dan damai,” jelasnya.

Baca Juga  DPRD Bandarlampung Sidang Paripurna Pengambilan Keputusan LKPJ Walikota

Agenda sosialisasi tersebut, dihadiri dua pemateri yakni Purn. TNI S Karyono, dan Anggalana dosen Unila (Universitas Lampung).

Sementara, Anggalana dosen Unila memaparkan bahwa dalam amanat konstitusi, mencerdaskan kehidupan bangsa, adalah orang yang ditugaskan menjadi pemimpin negara/wilayah atau pemerintah. Maka demikian, kegiatan sosialisasi ini adalah resmi agenda pemerintah bukan kegiatan politik atau partai politik.

Dipaparkan dia, kondisi saat ini yang menjadi persoalan di masyarakat adalah soal kekerasan terutama soal gengster dan tauran anak sekolah. Pertanyaannya adalah kenapa anak sekolah marak melakukan kekerasan, hal ini timbul karena lemahnya moralitas bangsa terutama pada anak didik.

“Kenapa anak melakukan kekerasan, karena lemahnya moral anak bangsa, ada yang hilang pada anak bangsa, hilangnya moral anak didik bangsa dan nilai-nilai moral pendidikan moral Pancasila yang tertanam dalam diri anak tidak ada. Padahal pendidikan moral pancasila adalah pendidikan sejati dan jati diri bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga  Kapolda Lampung Raih Pin Emas, Penghargaan Ungkap Kasus Mafia Tanah

Dan salah satu penyebabnya adalah pengaruh perkembangan jaman dan teknologi informasi yang canggih dan tidak tepat guna dalam penggunaan internet, penggunaan Handphone Android yang tidak tepat guna. “Karena itu kita awasi anak kita dalam penggunaan HP dan jangan sampai tidak tepat dalam menggunakan internet, awasi dan batasi,” tandasnya.

Narasumber Purn. TNI S Karyono menjelaskan, wawasan kebangsaan adalah bagaimana terciptanya masyarakat yang aman damai dan sejahtera. Rakyat Indonesia dari sabang-marauke tidak sama baik suku, agama ras dan budaya, sehingga lahirlah Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa dan menjadi pedoman hidup bangsa. “Tugas awal adalah orang tua dalam menjaga dan mengawasi anak dalam pergaulan utama dalam lingkungan. Jaga dan berikan pemahaman moral terhadap anak-anak,” tandasnya. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *