banner 728x250

Pahlawan Nasional Lampung Bertambah Satu Ini Daftar Namanya

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG -Setelah 36 tahun, akhirnya Provinsi Lampung memiliki dua pahlawan nasional yang disetujui pemerintah pusat yakni, Raden Inten II dan KH Ahmad Hanafiah.

Diketahui, berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) No: 115-TK-TH-2023 tertanggal 6 November 2023, Presiden RI, Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional untuk enam pejuang yang diusulkan oleh pemerintah daerah. Diantaranya, KH Ahmad Hanafiah (Lampung), Ida Dewa Agung Jambe (Bali), Bataha Santiago (Sulawesi Utara), Mohammad Tabrani Soerjowitjirto (Jawa Timur), Ratu Kalinyamat (Jawa Tengah), dan KH Abdul Chalim (Jawa Barat).

banner 336x280

Sebelumnya, Sekdaprov Fahrizal Darminto menyatakan, usulan Pemprov Lampung untuk menganugerahkan KH Ahmad Hanafiah sebagai pahlawan nasional telah disetujui oleh pemerintah pusat.

“Kami sudah menerima kabar, bahwa usulan pahlawan nasional asal Lampung yaitu, KH Ahmad Hanafiah telah disetujui Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi),” jelas Fahrizal.

Ia mengatakan, sebelumnya Lampung hanya memiliki satu pahlawan nasional yaitu, Raden Inten II. Kemudian, Gubernur Arinal Djunaidi mengusulkan untuk menambah daftar pahlawan nasional asal Lampung yakni, KH Ahmad Hanafiah.

Baca Juga  2023 Kelurahan di Bandalampung Terima Rp200 Juta

Fahrizal menyatakan, penyerahan gelar pahlawan nasional kepada ahli waris KH Ahmad Hanafiah akan dilakukan oleh Presiden RI Jokowi pada 10 November mendatang.

Ditempat terpisah, Kadinsos Lampung Aswarodi menyatakan, sejak tahun 1987 Provinsi Lampung hanya memiliki satu pahlawan nasional.

“Alhamdulillah setelah 36 tahun, kita bisa menambah satu pahlawan nasional yakni, KH Ahmad Hanafiah,” tukasnya.

Sosok Ahmad Hanafiah
Untuk diketahui, dilansir dari situs NU Online, KH Ahmad Hanafiah adalah seorang pejuang kemerdekaan sekaligus ulama berpengaruh dari Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) Provinsi Lampung.

KH Ahmad Hanafiah, lahir di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lamtim pada tahun 1905, dan putra sulung KH Muhammad Nur, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Istishodiyah di Sukadana yang menjadi Ponpes pertama di Lampung.

Kemudian, KH Ahmad Hanafia, semasa hidupnya pernah mengenyam pendidikan di Sukadana. Selain belajar agama Islam dengan ayahnya, KH Ahmad Hanafia juga belajar di sejumlah Ponpes di luar negeri. Diantaranya, Malaysia, Makkah dan Madinah.

Baca Juga  Jadikan Agama sebagai Benteng Utama dan Terakhir Dalam Kehidupan

Bahkan, sejak umur 5 tahun, KH Ahmad Hanafiah sudah khatam membaca Al-Qur’an. Setelah sempat mengabdi menjadi guru Agama Islam dari tahun 1920-1925, KH Ahmad Hanafiah melanjutkan pendidikan ke Ponpes Kelantan Malaysia sejak tahun 1925-1930, dan melanjutkan pendidikan ke Mekah.

Diketahui, sebelum melanjutkan pendidikan ke Mekah, KH Ahmad Hanafiah mendalami ilmu tarekat di India. Kemudian, menuntut ilmu di Mekah pada tahun 1930, dan belajar ilmu agama Islam di Masjidil Haram hingga tahun 1936.

Selama 2 tahun, KH Ahmad Hanafiah menjadi Ketua Himpunan Pelajar Islam (HPI) Lampung di Kota Mekah, Arab Saudi.

Selama di MekahbKH Ahmad Hanafiah tidak hanya kuliah, tapi mengajar ilmu pengetahuan agama Islam di Masjidil Haram pada tahun 1934-1936.

Selanjutnya, setelah kembali ke Indonesia, KH Ahmad Hanafiah aktif sebagai mubaligh di Lampung dan menjadi Ketua Serikat Dagang Islam (SDI) di wilayah Kawedanan Sukadana sejak 1937-1942. (Ist/*)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *