banner 728x250

Komisi III DPRD Temukan Perbaikan Jalan Asal Jadi

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, menilai, perbaikan jalan tambal sulam yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (D-PU) setempat, di jalan Raflesia dan Jalan Raden Saleh terkesan asal jadi. Bahkan, perbaikan jalan saat ini sudah rusak.

Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung, Dedi Yuginta menjelaskan bahwa perbaikan jalan semestinya memperhatikan kualitas jalan, jangan terkesan asal-asalan sehingga masyarakat yang dirugikan. Pasalnya, jalan merupakan akses utama masyarakat.

banner 336x280

“Kalau asal jadi ya percuma buang buang uang rakyat saja, liat saja ini hasilnya masak baru umur hitungan hari jalan sudah rusak lagi, ini namanya buang-buang uang rakyat,” ujar Dedi Yuginta, didampingi Wakil Ketua Agus Purwanto, dan sekretaris Ilham Alawi, saat meninjau dia lokasi jalan rusak yang sempat dikeluhkan warga, Jum’at (02/06/2023).

Di lokasi Jalan Cendana dan Raden Saleh, Tanjung Senang, meskipun sudah dilakukan perbaikan jalan dengan tambal sulam, namun ditemukan perbaikan jalan terkesan asal jadi, sehingga tambal sulam bergelombang dan tidak rata.

Demikian juga di Jalan Raflesia, jalur dua polsek Tanjung Senang, perbaikan jalan yang dilakukan terlihat sangat amburadul, aspal sudah terkelupas dan banyak yang retak-retak.

Baca Juga  Simak Intruksi Khusus DPD PDI-P Kepada Ketua DPRD Wiyadi

“Terlihat juga pengaspalan jalan terkesan asal jadi dan diduga tidak dilakukan pengerukan terlebih dahulu sehingga aspal mengelupas, ini terjadi di Jalan Raflesia samping kantor polisi Tanjung Senang. Dan hasil temuan komisi III ini harus ditindak lanjuti pemanggilan Dinas PU,” ungkapnya.

Karena itu, sambung dia, perbaikan jalan tambal sulam yang kurang maksimal seperti ini, diharapkan dapat diperbaiki kembali, sehingga tidak lagi terjadi keluhan masyarakat. “Ya melihat pengaspalan jalan yang seperti ini, masyarakat awam saja menilainya ini asal jadi. Apalagi kalau yang paham teknis, Dians PU jangan seperti ini, lakukan pengawasan juga terhadap pembrongnnya sehingga tidak assk jadi,” tegas dia.

Politisi PDI-Perjuangan ini menegaskan untuk perbaikan jalan juga harus di iringi dengan perbaikan drainase. Karena, terus dia musuh utama jalan aspal adalah air. “Dua lokasi jalan yang pernah di sidak ketua DPRD pak Wiyadi kemarin ini kan keluhan warga juga adalah banjir, saya lihat juga di Jalan Raden Saleh dan jalan Raflesia itu drainase tidak memadai, makanya ke depan Dinas PU kita dorong juga untuk perbaikan drainase,” jelasnya.

Baca Juga  Angggota DPRD Temui Fakta AW Jual Miras Gunakan Tumbler

Senada juga diungkapkan Wakil Ketua Komisi III Agus Purwanto, mengatakan pihaknya setelah melihat hasil sidak pihaknya akan memanggil Dinas PU. “Seharusnya dinas PU melihat juga, mengawasi pekerjanya yang dikerjakan rekanan, tambal sulam harusnya lebih baik jangan sampai masyarakat yang dirugikan. Perbaikan jalan rusak, bukannya bagus malah tambah hancur, lihat saja nanti kalau hujan, hancur ini pekerjaan aspal jalan ini, ini baru beberapa hari saja sudah belah begini, bagaimana musim hujan,” bebernya.

“Melihat kondisi pekerjaan tambal sulam sperti ini, jelas masyarakat yang dirugikan. Jalan rusak dikerjakan tapi rusak lagi, sudah mengeluarkan uang tapi jalan rusak lagi. Namanya pekerjaan yang percuma dan sia-sia mengeluarkan anggaran negara,” tandasnya.

Namun sayang, ketika dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas PU Kota Bandarlampung, Muhaimin enggan menjawab pesan yang dikirim. Bahkan sampai berita ini diturunkan pesan yang dikirim pun tidak di jawab. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *