banner 728x250

Kenapa Ada Sosialisasi Pancasila, Karena Terjadi Degradasi Moral Bangsa

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Wiwik Anggraini, melakukan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (IP-WK) di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kedaton, pada Selasa (14/11/2023).

Dalam kesempatan itu Wiwik Anggraini menjelaskan jika agenda tersebut adalah murni sosialisasi ideologi Pancasila dimana agar masyarakat lebih memahami tentang penerapan pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan tempat tinggal.

banner 336x280

“Agenda ini bukan acara kampanye calon legislatif (Caleg) atau sosialisasi partai politik, melainkan ini adalah agenda yang di danai oleh APBD kota. Jadi 50 anggota DPRD Kota Bandar Lampung, semua turun ke masyarakat melakukan sosialisasi ideologis pancasila dan wawasan kebangsaan,” ujar Wiwik Anggraini.

Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung ini memaparkan, kenapa harus ada sosialisasi pancasila dan wawasan kebangsaan dilakukan? Menurut dia, saat ini, telah terjadi degradasi moral bangsa/penurunan nilai-nilai luhur budaya bangsa mulai bergeser, sehingga banyak sekali generasi bangsa saat ini, yang tidak faham akan implementasi, pemahaman akan norma-norma pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Warga Way Kandis Minta Pemkot Perbaiki SDN 1 Prumnas dan Bantuan Musholla

“Akibat perkembangan dan kemajuan jaman yang serba canggih, generasi saat ini banyak yang tidak faham akan norma-norma dan nilai luhur bangsa, padahal di dalam Pancasila mengatur tentang kehidupan informal bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Pertama kali yang wajib di tanamkan di dalam keluarga adalah nilai-nilai ketuhanan yang harus diturunkan ke pada anak-anak, mari awali penerapan pancasila dari rumah,” kata dia.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Wiwik Anggraini mengajak agar masyarakat kembali menumbuhkan kembangkan nilai-nilai luhur bangsa, seperti semangat bergoyang royong, nilai-nilai kemanusiaan, tepo seliro, tenggang rasa dan lainnya. “Kita lihat berita terjadi tauran antar pelajar yang menewaskan kawannya, dengan kejamnya membunuh rekannya sesama pelajar, ini saya nilai tidak ada lagi rasa kemanusiaan dengan teganya membunuh orang dengan sabetan pedang tidak ada lagi rasa kemanusiaan. Maka dari itu, kita perlu menanamkan kembali pemahaman akan sila-sila pancasila. Sehingga para pelajar tau akan norma-norma kemanusiaan,” tandasnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi Pimpin Paripurna Raperda APBD Tahun 2023

Sementara, acara sosialisasi IP-WK Wiwik Anggraini menghadirkan dua Narasumber yakni Widya Rizki Eka Putri dosen Unila dan ustadz Supratman Abdul Karim, pengasuh pondok pesantren. Dan terlihat juga sekitar 8 orang anggota Panwaslu Kecamatan Kedaton datang mengawasi acara tersebut. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *