BANDARLAMPUNG–Anggota Fraksi Partai Demokrat (PD) DPRD Kota Bandar Lampung Hendra Mukrie melaksanakan kegiatan sebagai anggota DPRD yakni sosialisasi Pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di kebon Jeruk, pada Jum’at (13/06/2025).
Dalam kesempatan itu legislator besutan partai berlambang Mercy ini mengatakan bahwa adanya pertemuan sosialisasi PIP-WK ini digelar bukan maksud untuk menggurui para peserta, akan tetapi pemerintah mencoba menggalakkan kembali nilai-nilai ideologi pancasila di tengah-tengah masyarakat.
“Saya disini bukan mau mengajari para peserta, tetapi untuk mengingat kita semua sebagai masyarakat yang harus senantiasa berpedoman pada ideologis Pancasila,” ujar Hendra Mukrie.
Nah, mengenai sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dalam pertemuan ini ada dua narasumber yang akan memaparkan semuanya dan disini kita sama-sama belajar untuk menggaungkan kembali nilai-nilai ideologi pancasila, semoga apa yang disampaikan dua narasumber dapat bermanfaat dan semoga dapat ilmu dan dapat diterapkan di lingkungan rumahnya masing-masing,” sambungnya.
Pancasila, terus Hendra Mukrie, yang duduk di Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung ini, merupakan pedoman hidup sebagai masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Nilai nilai yang terkandung di dalam pancasila dari sila pertama dan sampai sila ke lima adalah sebagai dasar dan landasan kita untuk bermasyarakat berbangsa dan bernegara, dan pancasila juga menjadikan kita semua satu kesatuan di negara Indonesia. Jika tidak karena Pancasila, kemungkinan kita tidak ada di negara Indonesia,” paparnya.
Di era globalisasi saat ini, imbuh legislator Partai Demokrat ini, perlu juga pengawasan terutama terhadap para anak-anak, apalagi dalam penggunaan Getget (Smartphone) karena pengaruh gathet itu sangat berbahaya. Di Getget sendiri dapat mengakses secara luas budaya budaya luar yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.
“Ya,kita lihat saja kondisi saat ini, anak kita kita suruh solat saja banyak yang membantah dan mereka asik dengan HPnya, kalau ini dibiarkan berlama-lama, maka akan merusak generasi bangsa. Makanya perlu ada pembinaan lagi tentang ideologi Pancasila, sebagai dasar kita
dalam bermasyarakat di lingkungan dan kita dituntut untuk menjadi pribadi yang baik dalam berbangsa dan bernegara,” tandasnya.
Sementara, ke dua narasumber yakni Anggalana SH. MH., yang merupakan Dosen di Universitas Bandar Lampung (UBL) dan mantan anggota DPRD Bandar Lampung Sudibyo Putra yang seorang politikus di Bandar Lampung. (ron)







