BANDARLAMPUNG- Dengan adanya konplik di negara luar di Eropa seperti AntaraIra -Israel, yang kini mengakibatkan negara Iran mengalami krisis ekonomi dan ada juga Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap tentara Amerika, di bawa ke New York.
Nah, melihat informasi tersebut di media sosial dan lainnya, AgusPurwanto, Anggota DPRD Kota Bandar Lampung mengingatkan agar masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi di tengah arus arus digitalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin canggih seperti saat ini.
“Melihat perkembangan jan yang semakin canggih, di era digitalisasi ini, masyarakat harus cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos). Kita tau dan melihat semua dari medsos, seperti komplik negara luar di Eropa bencana alam negara kita di provinsi Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara banyak persepsi lain yang negatif yang nantinya bisa memperparah persatuan,”.
Demikian disampaikan oleh Legislator Partai Demokrat Agus Purwanto, saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang digelar di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, pada Sabtu (24/01/2026).

Anggota DPRD yang duduk di Komisi IV ini menegaskan, dengan kemajuan teknologi digital saat membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat,namun juga berpotensi menimbulkan perpecahan, apabila tidak disikapi dengan bijak.Ia menyoroti maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta informasi provokatif di media sosial.
“Intinya jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, karena hal tersebut bisa mengganggu persatuan dan kesatuan,”tegas Agus Purwanto.
Nah, dengan saling menjaga rasa persatuan dan kesatuan jadi modal utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk tantangan sosial di tengah derasnya arus informasi digital. “Saya ingatkan kembali kepada masyarakat,agar nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,”tegasnya.
Diketahui dalam acara PIP-WK yang digelar anggota DPRD Agus Purwantoi dihadiri oleh dua narasumber yakni Anggalana, S.H dari akademisi dan narasumber kedua Budi Harjo juga dari Akademisi. (ron)







