Berita  

Walikota Eva Sisir Titik Banjir Hingga Malam Siapkan Solusi Tegas dan Terukur

banner 120x600

BANDARLAMPUNG- Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Bandarlampung dalam beberapa hari terakhir memicu genangan di sejumlah titik krusial. Merespons situasi ini, Walikota Bandarlampung, Hj. Eva Dwiana, tidak tinggal diam.

Selama dua hari berturut-turut, Jumat dan Sabtu (9-10 Januari 2026), orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini turun langsung (blusukan) memimpin Satgas Banjir, memetakan masalah, hingga menginstruksikan penanganan darurat di lapangan.

Langkah taktis dimulai sejak Jumat (9/1), di mana Bunda Eva—sapaan akrab walikota—menyisir tiga kelurahan di Kecamatan Sukabumi (Campang, Sukabumi Indah, dan Sukabumi). Tidak sekadar meninjau, ia mengerahkan alat berat untuk normalisasi sungai yang tersumbat sampah dan ranting pohon. Aksi berlanjut pada Sabtu (10/01/2026).

Bunda Eva kembali bergerak menyusuri titik rawan di Kecamatan Kedamaian, mulai dari Perumahan Bukit Kencana, Jl. Pangeran Antasari, hingga gang-gang sempit di Kelurahan Kalibalau Kencana.Pantauan di lokasi menunjukkan komitmen walikota yang tinggi.

Baca Juga  Sempat Jadi Sekolah Pertama Terima MBG, SDN 2 Sukarame Bandarlampung Kini Terhenti

Hingga malam hari, ia masih berada di Jl. Dokter Sutomo, Kecamatan Kedaton, memastikan tim Satgas bekerja membersihkan lumpur. “Pembersihan kali dan siring yang dangkal serta pemasangan box culvert akan dilanjutkan besok pagi. Kita pastikan penanganan ini tidak berhenti sampai air surut saja,” tegas Bunda Eva di lokasi, Sabtu malam.

Dalam peninjauan tersebut, fakta lapangan yang ditemukan menjadi catatan evaluasi serius Pemerintah Kota. Bunda Eva menemukan indikasi kuat penyebab banjir bukan semata faktor alam, melainkan alih fungsi lahan dan pelanggaran tata ruang.

Banyak ditemukan bangunan rumah yang memakan badan sungai (kali), bahkan berdiri tepat di atas gorong-gorong. Hal ini menghambat laju air secara signifikan saat debit hujan meningkat.Menyikapi hal ini, walikota menegaskan akan mengambil langkah persuasif namun tegas.

“Kita akan berdialog dengan warga terkait hal ini. Kami juga akan memanggil beberapa pengembang perumahan untuk duduk bersama. Harus ada solusi konkret agar banjir tidak berulang. Aturan harus ditegakkan demi keselamatan orang banyak,” ujarnya.

Baca Juga  Safari Ramadhan: Bunda Eva Bilang Perkuat Silaturahmi dan Dukung Masa Depan Santri

Di sela-sela dialog dengan warga terdampak, Bunda Eva menekankan bahwa infrastruktur pengendali banjir—seperti normalisasi drainase, perbaikan talud, dan sistem box culvert—sedang dikebut oleh pemerintah. Namun, upaya teknis ini membutuhkan dukungan sosial.Ia mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif: tidak membuang sampah ke saluran air dan mematuhi aturan garis sempadan sungai.

“Penanganan banjir tidak bisa ‘one man show’ pemerintah saja. Butuh kerja sama masyarakat. Jika pemerintah membangun drainase tapi sampah masih dibuang ke kali, masalah tidak akan selesai,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Bandarlampung mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor ke aparat kecamatan/kelurahan jika terjadi genangan agar dapat ditangani dengan cepat. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *