BANDARLAMPUNG – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Sri Ningsih Djamsari, menegaskan bahwa inti dari pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah membangun sikap toleransi, saling menghargai, serta menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Menurut Srikandi PDI-Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung tersebut, nilai-nilai Pancasila tidak hanya cukup dipahami secara teori, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
“Intisari dari pengamalan Pancasila adalah toleransi dan saling menghargai. Sedangkan roh Pancasila adalah gotong royong,” tegas Sri Ningsih Djamsari dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di wilayah Sukarame, Sabtu (08/08/2026).
Ia menjelaskan, sikap toleransi sangat penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat. Perbedaan latar belakang, pendapat, maupun karakter tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh atau menimbulkan konflik.
Sebaliknya, kata Sri Ningsih, masyarakat harus mampu menghormati perbedaan dan mengedepankan kepentingan bersama. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dapat berjalan harmonis dan penuh rasa kebersamaan.
“Kalau kita saling menghargai, saling membantu dan mau bergotong royong, tentu berbagai persoalan di lingkungan masyarakat akan lebih mudah diselesaikan,” ujarnya.
Sri Ningsih juga mengajak masyarakat untuk terus menerapkan nilai-nilai Pancasila mulai dari lingkungan keluarga, tetangga hingga lingkungan yang lebih luas.
Menurutnya, semangat gotong royong merupakan salah satu kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dipertahankan, terutama di tengah perkembangan zaman dan semakin kuatnya pengaruh teknologi serta media sosial.
“Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita kehilangan rasa kebersamaan. Justru dengan Pancasila, kita harus semakin memperkuat persatuan, toleransi dan gotong royong,” pungkasnya.
Diketahui dalam kegiatan tersebut, Palgunadi, Sekretaris DPD PDI Perjuangan, turut menjadi narasumber.Ia memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ideologi Pancasila serta memperkuat wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.
Sementara narasumber lainnya, Hambali Sanusi, juga menyampaikan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (*/ron)







