banner 728x250

Srikandi PDI-P Bilang Hati-Hati Jelang Pemilu Banyak Berita Hoax

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Tidak lama lagi pada 2024 rakyat Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi yakni pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden demikian juga pemilihan kepala daerah.

Nah, pelaksanaan pemilu tersebut juga merupakan implementasi dari pengalaman sila-sila pancasila, pemilihan umum secara demokratis langsung umum bebas dan rahasia. Rakyat memilih langsung pemimpinnya sesuai dengan hati nuraninya, sesuai dalam pengamalan Sila ke-empat pancasila.

banner 336x280

Penjelasan tersebut terungkap dalam agenda agenda sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Wiwik Anggraeni, di Kelurahan Jagabaya 3, Kecamatan Way halim, pada Minggu, (25/06/2023).

Menurut Srikandi PDI-Perjuangan ini, sila-sila pancasila bukan hanya dihapalkan saja. Namun, bagaimana penerapannya di lingkungan masyarakat baik berbangsa dan bernegara. Makna sila-sila pancasila salah satunya di 2024 nanti negara Indonesia akan melakukan pemilu.

“Tahun 2023 ini pun sudah masuk tahapan pemilihan umum. Nah, biasanya banyak sekali kabar-kabar berita hoax yang tersebar baik di media sosial dan juga pesan Whatsapp. Makanya saya imbau kepada masyarakat untuk bijaklah dalam membaca berita, jangan langsung menyebar luaskan kabar yang belum jelas asal usulnya, karena khwatir akan membuat perpecahan di antara kita,” ujar Wiwik Anggraini.

Baca Juga  Srikandi PKS: Pemuda Kekuatan Penting dalam Kerja Kongkrit Nilai-Nilai Pancasila

“Jangan mudah terprovokasi, dengan berita-berita hoax, banyak berita yang menyesatkan untuk membuat perpecahan baik antar suku bangsa, agama dan juga lainnya. Tetap berpegang teguh kita satu NKRI,” imbuh anggota komisi IV DPRD Bandar Lampung itu.

Demikian juga narasumber Widya Riski Eka Putri salah seorang Dosen dari Universitas Lampung (Unila) ia memaparkan juga tentang bahaya berita hoax. Karena jelang pemilu banyak oknum yang mau Indonesia terpecah belah. Bahkan apabila didapati ada oknum yang menyebar luas kan berita bohong maka akan diganjar dengan pidana kurungan sesuai dalam UU ITE.

Dan seperti yang dikutip di dalam, Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) melarang: Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik. Jika melanggar ketentuan di atas pelaku dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Baca Juga  PIP-WK: Pesan Agus Djumadi Bekali Anak dengan Akidah dan Akhlaq

“Tahun 2023 ini sudah masuk tahun politik, maka banyak berita hoax dimana-mana. Adanya media sosial sangat mudah sekali mengakses berita-berita. Makanya jangan sesekali dengan mudah mengsare (mengirim) berita yang belum jelas asal usulnya, karena bisa saja terjetat pidana UU-ITE. Selip selip kita bisa masuk penjara hanya gara-gara menyebarkan berita bohong,” paparnya.

Dan di dalam Sila ke empat pancasila juga terkandung implementasi musyawarah mufakat dan gotong royong. “Maknanya juga dalam Sila permusyawaratan ini ada musyawarah mufakat dan bergotong royong serta menghargai pendapat orang lain. Sila ke empat ini juga dalam pemilu yang Demokritis dimana rakyat memilih pemimpin yang akan duduk di eksekutif legislatif, kepala darah serta pemilihan Presiden dan wakil,” tandasnya. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *