Sri Ningsih Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kerukunan

banner 120x600

BANDARLAMPUNG – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Sri Ningsih, S.H., mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kesatuan, dan kekompakan agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan.

Hal tersebut disampaikan Sri Ningsih saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Sukarame, Senin (19/10/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Hambali Sanusi dan Palgunadi, Sekretaris DPD PDI Perjuangan.

Dalam pemaparannya, Sri Ningsih menyampaikan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan modal utama dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Ia menilai perbedaan pandangan, suku, agama, maupun latar belakang sosial tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.

Srikandi PDI Perjuangan itu juga menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Baca Juga  Ketua Fraksi PKS, Bahas Penanganan Banjir jadi Tugas Bersama

“Untuk mewujudkan hal tersebut, kita perlu membangun sikap saling menghormati, mengutamakan gotong royong, dan menjaga hubungan baik antarsesama,” ujarnya.
Sri Ningsih turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu perselisihan.

“Semangat kebersamaan harus terus dirawat agar masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai di tengah berbagai perbedaan,” tegasnya.

Sementara itu, Hambali Sanusi, anggota DPRD Kota Bandarlampung periode 2009–2014, menjelaskan bahwa nilai persatuan dan kekompakan telah tercermin dalam Pancasila, terutama sila ketiga, Persatuan Indonesia.

Menurut Hambali, Pancasila bukan hanya dasar negara, melainkan juga pedoman bagi masyarakat dalam membangun kehidupan yang rukun, saling menghargai, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Baca Juga  Ada Doorprize Warga Antusias Ikuti IP-WK Rakhmad Nafindra

“Semangat persatuan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat perlu mengedepankan musyawarah, menjaga toleransi, serta menjauhi sikap dan tindakan yang dapat memicu perpecahan,” jelasnya.

Nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi juga harus diwujudkan dalam hubungan sosial di tengah masyarakat. “Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis,” tandasnya.. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *