banner 728x250

PIP-WK: Yuhadi Ingatkan Ibu-Ibu Jangan Asal Buat Status di Medsos

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Anggota DPRD Kota Bandarlampung, Yuhadi SHI.,MH., menggelar sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Suka Jawa, Tanjung Karang Pusat (TKP) Senin (05/12/2022).

Dalam kesempatan itu Ketua DPD II Golkar Kota Bandar Lampung ini mengingatkan kepada para peserta, khususnya kaum ibu-ibu agar bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos). “Ini saya ingatkan kepada ibu-ibu ini khusus nya, kalau buat status di Facebook atau pun lainnya agar hati-hati, karena ada undang-undang ITE, kalau kita mencela orang lain itu masuk dalam ranah hukum, hati-hati ya, jangan asal dan sembarangan jika buat status,” ujar Yuhadi.

banner 336x280

Dia juga berterima kasih kepada para peserta yang telah hadir dalam acara sosialisasi. Kenapa ada sosialisasi PIP-WK karena banyak kegagalan dalam pemahaman nilai-nilai Pancasila. “Ada berita terjadi kekerasan dalam keluarga, terjadi anak bunuh orangtua, ini terjadi karena kegagalan dalam pemahaman pancasila. Tidak ada lagi rasa kemanusiaan tidak ada adab lagi melawan orang tua,” terangnya.

Narasumber Ginda Ansory yang juga dosen Universitas Bandar Lampung (UBL) menjelaskan bahwa Pancasilai ada sejak jaman Majapahit.
Dalam kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca juga diuraikan susunan pemerintahan Majapahit, yakni musyawarah, hubungan antar negara tetangga dan sebagainya.

Baca Juga  Politisi PDI-P: Negara Indonesia Republik bukan Kerajaan

Selain itu, dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular, tertulis juga adanya toleransi kehidupan beragama, khususnya agama Budha dan Hindu di zaman tersebut. Di dalam sila-silanya diantara, tidak boleh melakukan kekerasan, tidak boleh mengganggu istri orang lain tidak boleh mencuri dan tidak boleh melakukan tindakan kekerasan lainnya.

“Pancasila lahir pada 1 Juni 1945. Dan yang lebih utama lagi bagaimana kita dapat memaknai Pancasila sebagai dasar Negara dan sebagai landasan berkeperilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila telah terwujud sebagai asal yang menjiwai dan dilaksanakan oleh bangsa Indonesia,” urainya.

Senada, narasumber lain Hartini Soraya staf khusus Wakil ketua DPR-RI menjelaskan tentang makna dari pancasila dan butir-butir yang terkandung didalamnya. “Pancasila adalah Dasar negara, terdapat makna-makna yang terkandung dalam sila-sila dasar pancasila,” ujarnya.

Untuk sila pertama Ketuhanan yang maha Esa, dalam sila ini rakyat diberikan kebebasan untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya. Menjalankan toleransi antar umat beragama.

Baca Juga  Ketua DPRD: Semua Berbasis Digital Tapi Pahami Identitas Bangsa

Sila ke-dua Kemanusiaan yang adil dan beradab maknanya adalah kita saling bahu-membahu, bergotong royong , bersama sama, antara satu sama lain terbentuknya kemanusiaan yang beradab. “Pernah ada berita anak meracun ayah dan ibunya, bagaimana rasa kemanusiaan ini sudah tindakan biadab tidak ada lagi rasa kemanusiaan. Makanya terus lakukan pengalaman sila pancasila seperti tenggang rasa, saling bantu, timbulkan rasa kemanusiaan ini yang ditularkan kepada anak-anak bangsa.
Yang penting adalah esensi dari pengalaman sila sila pancasila,’ paparnya.

Selanjutnya, sila ke tiga Persatuan Indonesia. Mengandung makna hubungan antar manusia. Negara ini terdiri dari banyak suku, budaya rasa agama, adat istiadat dan lainnya, bersatu untuk kesatuan Indonesia.

Sila ke-empat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Intinya musyawarah dulu untuk mencapai mufakat. Aplikasi sila ini juga untuk kebebasan dalam memilih wakil rakyat di pemerintah.

Sila ke-lima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nah, yang dimaksud keadilan adalah ketika semua rakyat Indonesia sudah bisa makan semua dan juga cukup sandang, pakaian dan papan. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *