banner 728x250

PIP-WK Fandi Tjandra: Batasi Anak – Anak dalam Bermain Gadget

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Pengamalan nilai-nilai Pancasila bukan hanya tertulis saja, akan tetapi bagaimana mempraktekkan dan implementasinya di tengah-tengah masyarakat. Sehingga terwujud hidup rukun tentram, damai dan sejahtera.

Demikian, diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Bandarlampung, Fandi Tjandra, se-usai melakukan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Perwata, Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT) Kamis (08/12/2022).

banner 336x280

“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan mensosialisasikan kepada masyarakat terkait betapa pentingnya nilai – nilai Pancasila. Nilai pancasila bukan hanya tertulis tapi juga bagaimana mempraktekkan dan implementasinya di tengah masyarakatmasyarakat,” ujarnya.

Menurut anggota Komisi I DPRD Bandarlampung, seiring dengan perkembangan teknologi sehingga semakin mempermudah mendapat informasi. Oleh karena itu, nilai – nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan harus terus disosialisasikan ke masyarakat untuk menangkal pengaruh – pengaruh negatif dari luar, sehingga nilai leluhur Pancasila terus tertanam dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga  Aspirasi Infrastruktur Masih Mendominansi Usulan Warga

“Jangan sampai teknologi menjadikan kita lupa akan nilai budaya bangsa dan rasa cinta tanah air terkikis, karena itu melalui acara sosialisasi ini kita tanamkan nilai-nilai kebangsaan cinta tanah air dan NKRI,” ungkap Fandi Tjandra.

Sementara, Narasumber Widya Rizki Eka Putri mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengingat kembali dan agar tidak kehilangan arah bangsa. Ia menuturkan, nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila diantaranya, semua warga dijamin dan berhak untuk memeluk agama dan keyakinannya masing-masing. “Semua warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama,” ujarnya.

Pengaruh teknologi saat ini sangat mempengaruhi rasa empati dan sosialisasi anak – anak. Sehingga, orangtua harus membatasi anak – anak dalam bermain gadget. “Dengan kegiatan sosialisasi, diharapkan tidak menjadi generasi yang hilang. Kalau nilai – nilai pancasila sudah ditanamkan, tidak ada lagi bullying di kalangan anak – anak,” ungkapnya.

Baca Juga  GRANAT Lampung dan Bupati Way Kanan Raih Penghargaan BNN RI

Palgunadi mengatakan, perjuangan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara tidaklah mudah. “Pancasila lahir pada 1 Juni 1945. Pada 18 Agustus 1945, Pancasila disahkan sebagai dasar negara. Ideologi Pancasila tidak bisa dikalahkan oleh ideologi apapun. Saat ini Pancasila masih terus diuji oleh paham radikalisme dan intoleransi,” ujarnya.

Dijelaskannya, intoleransi artinya tidak menghargai orang lain secara memadai.
Sehingga diperlukan mensosialisasikan kembali nilai – nilai luhur Pancasila. “Sehingga kita kuat melawan intoleransi dan radikalisme. Fungsi Pancasila ada tiga yaitu, sebagai dasar negara, pandangan hidup dan ideologi nasional,” tandasnya. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *