M. Suhada Ajak Pemuda Sambut 1 Muharram dengan Semangat Hijrah dan Perbanyak Amal Soleh

banner 120x600

BANDARLAMPUNG – Anggota DPRD Kota Bandarlampung, Muhammad Suhada, mengajak para pemuda dan pemudi menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana introspeksi diri, memperkuat keimanan, serta melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menegaskan bahwa pergantian tahun hijriah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi dan memperbaiki kualitas diri.

Menurut Suhada, makna utama Tahun Baru Islam adalah hijrah atau perpindahan, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW saat berhijrah dari Makkah ke Madinah.

“Hijrah Nabi Muhammad SAW merupakan simbol perpindahan dari kondisi yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik. Semangat inilah yang perlu diteladani dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar M Suhada, Senin (15/06/2026).

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung ini menjelaskan, ada lima hal yang perlu dilakukan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah.

Pertama, melakukan muhasabah atau refleksi diri atas perjalanan hidup selama satu tahun terakhir. Masyarakat diajak untuk mengevaluasi kualitas ibadah, menjaga lisan, serta memperbaiki hubungan dengan orang tua dan sesama.

Baca Juga  Reses Srikandi PDI-P Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan Rusak

“Kita perlu jujur kepada diri sendiri. Bagaimana kualitas salat kita, bagaimana menjaga lisan, dan bagaimana hubungan kita dengan orang tua maupun lingkungan sekitar,” katanya.

Kedua, menumbuhkan tekad untuk berhijrah. Menurutnya, hijrah tidak harus dilakukan melalui perubahan besar secara instan, tetapi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Mulailah dari hal kecil, seperti menjaga salat lima waktu, belajar mengendalikan emosi, hingga membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa dampak besar,” ungkapnya.

Ketiga, memperbanyak rasa syukur dan doa di awal tahun hijriah. Suhada mengajak umat Islam untuk memanjatkan doa agar dosa-dosa di masa lalu diampuni dan diberikan kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.

Keempat, memperbanyak amal kebaikan. Ia menjelaskan bahwa bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amal saleh.

Baca Juga  Walikota Intruksikan CV Sinar Laut Distribusikan Minyak Goreng

“Momentum Muharram dapat diisi dengan berbagai amalan, seperti puasa Tasu’a dan Asyura, bersedekah, menyantuni anak yatim, serta mempererat tali silaturahmi,” jelasnya.
Kelima, menyambut Tahun Baru Islam dengan penuh harapan, bukan sekadar euforia. Ia mengingatkan bahwa pergantian tahun hijriah harus menjadi pengingat sejarah dan arah kehidupan yang lebih baik.

“Tahun Baru Islam bukan tentang kemeriahan atau hura-hura, tetapi tentang memperbarui niat dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT,” tegasnya.

Suhada berharap, semangat hijrah yang dibawa Tahun Baru Islam dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus memperbaiki diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Mari sambut 1 Muharram dengan hati yang siap berubah, penuh harapan, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *