BANDARLAMPUNG- Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Dedi Yuginta menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan, di kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Senin (27/01/2025).
Dalam Kesempatan itu, Anggota Fraksi PDI-Perjuangan ini menjelaskan, diselenggarakan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila mulai dari pemerintahan pusat DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota tujuannya agar masyarakat Indonesia lebih mengerti ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan, memahami bagaimana cara pandangan hidup dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Dilakukan terus menerus sosialisasi PIP-WK ini karena mengingat perkembangan jaman yang sudah modern saat ini, ditambah dengan penggunaan gadget internet yang semakin cangih, dikhawatirkan generasi penerus bangsa tidak lagi mengenal Pancasila dan wawasan kebangsaan, maka dilakukan pembinaan ideologi pancasila,” ujar Dedi Yuginta.
Kemerdekaan negara lanjut Dedi Yuginta, Indonesia bukan didapatkan secara gratis, melainkan dengan cara proses yang panjang melawan para penjajahan. Oleh karena itu, PIP ini diadakan agar para generasi penerus bangsa lebih mengenal sejarah perjuangan bangsa dan lebih memahami apa itu ideologi Pancasila, sehingga nanti dapat diterapkan di rumahnya masing-masing.
“Saya teringat apa yang menjadi Slogan dari Bung Karno Proklamator bangsa Indonesia, dia berkata ‘Jangan pernah melupakan sejarah bangsa (Jas Merah). Generasi muda jangan juga tidak tau apa yang menjadi sejarah perjuangan bangsa Indonesia, karena kondisi saat ini, anak-anak dari TK saja sudah diberikan Gadget, sehingga dengan mudah terpengaruh budaya asing dan dia tidak mengerti apa itu Pancasila dan wawasan kebangsaan, jangan sampai itu terjadi,” papar Dedi Yuginta.
“Mari kita tanamkan ideologi Pancasila ke anakk-anak kita, agar anak-anak mengerti rasa nasionalis, cinta tanah air dan bangsanya dan mengetahui adat-istiadat serta budaya bangsa yang sangat beranekaragam dan juga paham akan 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UU 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, “jelas legislator PDI-Perjuangan ini.
Kegiatan PIP tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Suheli mantan anggota DPRD Kota Bandar Lampung dan Ratna Wulandari, salah satu dosen/pengajar universitas di Kota Bandar Lampung. (ron)