BANDARLAMPUNG- Dimana Bumi Dipijak, disitu langit di junjung, pribahasa ini mencerminkan bagaimana kita memgahargai dan mewujudkan nilai-nilai budaya lokal dimana pun kita berada. Dan hal ini merupakan perwujudan dari pengamalan sila-sila Pancasila.
Demikian diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung Agusman Arief, pada acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang dilakukan di Kelurahan Pengajaran, Kecamatan Teluk Betung Utara, pada Sabtu (28/06/2025).
“Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tetapi tetap satu juga yakni Indonesia. Pribahasa dimana Bumi Dipijak, disitu langit di junjung, adalah budaya bagaimana kita mengedepankan budaya lokal dan saya mencerminkan kearifan lokal, menghargai budaya Lampung karena kita hidup di bumi Lampung.
“Dan tidak menutup kemungkinan acara kedapatan saya akan gunakan adat Jawa, karena negara Indonesia kaya akan perbedaan budaya adalah aset yang dimiliki bangsa Indonesia. Nilai budaya estetika lokal merupakan perwujudan nilai-nilai pancasila, kita wujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Legislator asal Fraksi Partai Demokrat (PD) ini menyampaikan, perbedaan itu diakui dan dihargai di dalam agama IsIam dan tertuang di dalam ayat Al-Qur’an dan hadits. “Di agama Islam pun mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan dan mempromosikan kesadaran akan pentingnya toleransi antar manusia,” jelasnya.
“Saya berharap apa yang disampaikan narasumber dapat diterapkan di rumah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi kalau ada yang sudah lebih dari sekali ikut kegiatan sosialisasi ideologi Pancasila,” tandasnya. (ron)







