Ketua Fraksi Golkar: Songsong Indonesia Emas 2045, Tekan Kenakalan Remaja

banner 120x600

BANDARLAMPUNG- Anggota DPRD Kota Bandarlampung Rama Apriditya menekankan agar orang tua senantiasa melakukan pengawasan terhadap Anak-anaknya. Karena di jaman sekarang ini kenakalan remaja sudah jadi tranding topik dalam media massa. Dan media sosial (medsos)

“Saat ini banyak sekali kenakalan remaja, baik tauran antar sekolah, aksi geng motor dan lainnya, maka itu saya menghimbau kepada kita agar melakukan pengawasan terhadap anak kita semua. Kenapa demikian, karena Bangsa Indonesia memiliki mimpi Indonesia emas pada 2045, jika remaja kita dibiarkan demikian maka generasi Indonesia emas akan rusak, mari kita jaga dan awasi aset bangsa,”.

Demikian diungkapkan anggota Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, Rama Apriditya pada acara sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IP-WK) yang digelar di Kelurahan Sido dadi, Kecamatan Kedaton, Sabtu (24/05/2025).

Baca Juga  Legislator Gerindra: Pancasila Jadi Benteng Pertahanan Budaya Asing

Nah, lanjut legislator Partai Golkar ini, untuk menyongsong Indonesia Emas, maka dimulai dari rumah dengan menekan kenakalan remaja, dengan cara memberikan pengawasan dan bimbingan: “Pengawasan dan bimbingan dari orang tua, guru, dan masyarakat dapat membantu remaja terhindar dari kenakalan dan mengembangkan perilaku yang positif,” jelas dia.

Mimpi bangsa Indonesia itu adalah di 2045 Indonesia emas, dapat wujud dimulai dari rumah dengan senantiasa mengamalkan menanamkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan bdan di rumah tempat tinggal. “Dengan mencegah kenakalan remaja, kita dapat membantu mewujudkan Indonesia Emas yang kuat, berakhlak mulia, dan cinta tanah air,” tandasnya.

Sementara, dua narasumber pada acara sosialisasi PIP-WK Rama Apriditya memaparkan tentang ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan. Mereka adalah Zulfikar Ketua Paskibra, Syarifuddin salah satu Dosen di Universitas di Lampung.

Baca Juga  Srikandi PDI-Perjuangan Imbau Gunakan Getjet Secara Benar

Narasumber acara tersebut Zulfikar menjelaskan jika di Kelurahan Sido dadi sendiri sudah menjalankan toleransi antar umat beragama, karena disini berdiri ruy ibadah agama lain salain IsIam.

“Di lingkungan ini bicara toleransi tidak diragukan, karena di hari hari besar masyarakat disini saling mengunjungi di Sidodadi ini langsung mempraktikkan, sudah jadi percontohan toleransi antar umat beragama. Karena apa, itu karena masyarakat sudah menanamkan nilai-nilai pancasila, sehingga meski disini beragam agama, suku dan bahasa tapi kita bisa rukun dan damai, itu ada karena Pancasila,” tandasnya. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *