Kamis Beradat, Yuhadi Ajak Masyarakat Lestarikan Bahasa Lampung

banner 120x600

BANDARLAMPUNG – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bandar Lampung, Yuhadi, S.H.I., M.H., mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya dan bahasa Lampung di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama yang ada di Provinsi Lampung.

Menurut Yuhadi, keberagaman tersebut merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan bersama. Salah satunya dengan membiasakan penggunaan bahasa daerah Lampung dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung itu dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di wilayah Gedung Air, Kamis (8/10/2026).

Yuhadi menjelaskan, program “Kamis Beradat” merupakan salah satu upaya untuk membudayakan penggunaan bahasa Lampung. Setiap hari Kamis, masyarakat diharapkan dapat menggunakan bahasa daerah Lampung dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  Sosialisasi PIP Anggota DPRD Irpan Setiawan Usung Tema Bahaya Medsos Terhadap Anak-Anak

“Jangan sampai tinggal di Lampung, tetapi tidak bisa menggunakan bahasa Lampung. Minimal kita bisa menggunakan bahasa sederhana seperti ‘api kabar’ atau ‘haga api’,” ujar Yuhadi.

Legislator Partai Golkar tersebut mengatakan, penggunaan bahasa Lampung tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah harus dimulai dari lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung ini menambahkan, penerapan penggunaan bahasa Lampung setiap hari Kamis tersebut telah diinstruksikan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

“Setiap hari Kamis diharapkan masyarakat dalam kegiatannya menggunakan bahasa daerah Lampung. Ini juga sudah menjadi instruksi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal,” jelasnya.

Baca Juga  Pesan Ketua Fraksi PKS Perbanyak Rasa Syukur Supaya Hidup Makmur

Yuhadi menyebutkan, penerapan tersebut juga telah berjalan dalam berbagai kegiatan pemerintahan daerah di Provinsi Lampung. Ia berharap kebiasaan tersebut dapat terus berkembang sehingga bahasa dan budaya Lampung tetap lestari serta dikenal oleh generasi muda. (*/rnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *