banner 728x250

Kader PAN Prihatin, Migor Langka Rakyat Kecil yang Mendrita

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Di tengah pandemi covid-19 dan sulitnya ekonomi masyarakat, ditambah pula adanya kelangkaan minyak goreng (Migor) yang terjadi saat ini, menggugah prihatin anggota Fraksi PAN DPRD Bandar Lampung.

Dan kelangkaan minyak goreng ini juga tidak menutup kemungkinan adanya dugaan penimbunan stock minyak di produsen dan pelaku usaha.

banner 336x280

Dengan demikian, Ketua komisi II DPRD Bandar Lampung Drs. Abdul Salim. MM., mengharapkan Pemerintan kota bandar Lampung melalui Dinas terkait segera mencari solusi dengan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) seluruh perusahaan distributor minyak goreng.

“Masalah ini harus segera disikapi, karena yang kena imbasnya langsung adalah masyarakat kecil, dimana harga minyak goreng melambung tinggi melebihi harga eceran tetap (HET). Karena itu, kami imbau kepada Dinas Ketahanan Pangan yang membidangi 9 bahan pokok dan Dinas lainnya untuk segera mencari solusi secepatnya,” ujar Ketua komisi II DPRD Bandar Lampung, Abdul Salim, Rabu (23/02/2022).

Baca Juga  Abdul Salim Bilang Bertemu Rakyat juga Tugas Anggota DPRD

Nah, untuk dapat mengatasi masalah kelangkaan minyak goreng tersebut, sambung anggota Fraksi PAN ini, diharapkan dalam mengadakan operasinya pasar, dilakukan v secara menyeluruh. “Kami minta pemkot siidak ke seluruh perusahaan distributor minyak goreng, yang menurut perkiraan saya kelangkaan minyak goreng ini diduga akibat ulah oknum-oknum spikulan sehingga menimbun stok minyak goreng langka, jelas tidakan penimbunan ini demi mencari ke untungan pribadi, dan membuat sengsara rakyat, ini yang hadist ditindak tegas,” tegasnya.

Kader Partai Amanat Nasional (PAN) ini sangat prihatin dengan kondisi kelanggakaan minyak gorong di Kota Bandar Lampung, sebagaimana d ketahui selama 1 bulan ini kondisi salah satu bahan pangan pokok yang dibutuhkan masyarakat yaitu minyak goreng mengalami kelangkaan di pasaran, sehingga menyebabkan, tingginya harga minyak goreng, di tingkat pengecer mencapai Rp25.000/liter.

Baca Juga  Reses Aep, Warga Sepang Jaya Minta Jembatan Ditinggikan

“Saat ini kondisi ekonomi masyarakat yang lagi sangat sulit dan sangat memprihatinkan akibat pengaruh pandami copot 19 ditambah ada varian baru covid-19 Umicron. Dengan banyaknya antrian minyak goreng, jelas menimbulkan kerumunan, sehingga dikhawatirkan menimbulkan kalster baru,” kata dia lagi.

Melihat kondisi demikian, mayoritas ibu2 rumah tangga, termasuk juga pedagang-pedagang makanan, seperti rumah makan, maupun pedagang makanan kecil semua menjerit merasa kesulitan. “Bahkan pedagang makanan, banyak yang tutup disebabkan kelangkaan minyak goreng tersebut, makanya kami DPRD sebagai penyambung lidah masyarakat untuk menyampaikan keluhan mereka Perintah Bandar Lampung, mencari solusi bagaimana mengatasi masalah tersebut,” ucapnya. (ron)

 

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *