banner 728x250

IP-WK Fandi Tjandra: Gotong-royong Budaya Indonesia jadi Perekat Bangsa

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Fandi Tjandra untuk yang ke-lima kalinya melaksanakan agenda sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IP-WK) di Kelurahan Keteguhan Teluk Betung Timur (TBT) Sabtu (29/07/2023).

Hadir dua pembicara yakni Melinda tenaga ahli pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung dan Ishomuddin wakil ketua MUI Lampung dan juga dosen UIN Raden Intan Lampung.

banner 336x280

Anggota Fraksi PDI-Perjuangan Fandi Tjandra menjelaskan tentang makna sila Pancasila yang jangan hanya sekedar hapal dimulut namun tidak diamalkan dalam penerapan di kehidupan sehari-hari. “Pancasila jangan jadi hapalan semata. Tapi bagaimana implementasi di masyarakat, diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik berbangsa dan bernegara. Budaya masyarakat Indonesia adalah gotong royong, dengan bersama-sama bahu membahu bergotong royong tidak lagi membedakan agama, ras suku bangsa dan lain-lainnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga anggota Komisi II DPRD Bandarlampung ini juga mengatakan bahwa Pancasila mengajarkan kita tentang tatanan hidup berbangsa dan bernegara.

Sementara, narasumber pertama Melinda tenaga ahli pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung memaparkan, Agama yang diakui di negara Indonesia ada bermacam-macam, salam dalam mengawali sambutan adalah penghormatan bagi pemeluk agama yang berbeda-beda.

Baca Juga  Siswa di Bandarlampung Akan Masuk Sekolah PTM 100 persen

Nah, di tahun 2023 sudah masuk tahapan politik. Banyak sekali isu-isu miring tentang politik yang membuat panas situasi. ‘Oleh karena itu, jangan mudah terpecah belah, apalagi dengan hasutan yang bermuatan agama, karena sangat mudah memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa dengan isu agama. Apalagi mendekati tahun politik seperti saat ini,” jelasnya.

Melinda, yang juga Sekretaris DPC PDI-P Kota Bandar Lampung ini memaparkan, dengan lahirnya pancasila sebagai ideologis negara, juga menjadi perekat bagi bangsa Indonesia yang penuh dengan perbedaan. Banyaknya perbedaan baik suku bangsa, agama budaya dan lain-lainnya jadikan sebagai perekat NKRI.

“Gotong royong adalah budaya Indonesia yang menjadi perekat dan pemersatu bangsa, tidak lagi membedakan agama suku dan sebagainya. Kita di Kota Bandarlampung ini ketika gotong royong (Jumat bersih) menjadi satu, tidak membeda-bedakan siapa dan dari mana sukunya serta agama apa, semua berkolaborasi bersatu,” ungkapnya.

“Esensi dari pancasila adalah gotong royong,
Agama jadi hal yang mudah dipolitisir.
Jangan mau dipolitisir dengan urusan agama karena agama urusan masing-masing dengan Tuhannya,” tandasnya.

Baca Juga  Pimpinan DPRD Minta Fraksi Usulkan Nama-Nama Calon Gubernur

Ishomuddin wakil ketua MUI dosen UIN Raden Intan Lampung, ia mengatakan Indonesia negara yang harus kita cintai, karena negara ini terdiri dari beranekaragam suku bangsa,agama, warna kulit bahasa dan budaya, serta lainnya. Identitas Indonesia sangat beragam, namun mesti berbeda tapi kita tetap bersatu jua Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika.

Pancasila sejalan dengan agama. Sesuai dengan sila pertama yakni Ketuhanan yang maha Esa. Jangan jadi kan agama sebagai alat untuk berpolitik, karena berbahaya dan membahayakan persatuan Indonesia. Tapi jadikan agama sebagai landasan politik.

Indonesia harus tetap utuh menjadi bangsa yang besar dengan cinta-cita luhur mensejahterakan rakyat Indonesia. Perbedaan politik ini yang sering menjadi perpecahan karena tidak dilandasi dengan wawasan kebangsaan. ‘Ngak ada gunanya bertikai hanya gara-gara pilihan politik beda. Jangan sampai kita men-sare tulisan di media sosial yang akan mengakibatkan perpecahan tulisan yang tidak dipertanggungjawabkan,“ tandasnya. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *