Fraksi PDI-P Minta Masyarakat Awasi Jalur Pendaftaran Siswa Sistem Rayonisasi

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (0.5366667, 0.5366667); modeInfo: ; sceneMode: NightHDR; cct_value: 0; AI_Scene: (0, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 120x600

BANDARLAMPUNG- Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung, Sri Ningsih Djamsari, menggelar acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang di selenggarakan di Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame, pada Rabu (21/05/2025).

Hadir dalam kesempatan itu, dua pembicara atau narasumber yakni Hambali Sanusi mantan anggota DPRD Bandarlampung dan Weni Rosilawati, Dosen UIN Raden Intan Lampung.

Kesempatan itu, anggota fraksi PDI-Perjuangan DPRD Bandarlampung ini menjelaskan bahwa saat ini tidak lama lagi ada masa pendaftaran masuk sekolah atau Pendaftaran SPMB 2025/2026 semua jenjang SD/ SMP dan SMA/SMK resmi dibuka dengan sistem baru berbasis domisili/ rayonisasi menggantikan PPDB.

“Saat ini sistem zonasi sudah dihapuskan dan sekarang menjadi sistem domisili, aturannya tidak jauh beda dengan sistem zonasi, maka dari itu awasi jangan sampai ada siswa di luar domisili banyak yang diterima, sedangkan siswa yang berdomisili di dekat sekolah tersebut tidak diterima, ini yang harus diawasi,” ujar Sri Ningsih Djamsari.

Pada sistem domisili atau rayon ini, siswa lulusan SD mau ke SMP dan selanjutnya mau masuk SMA hanya diperbolehkan mendaftar di sekolah yang terdekat dari lokasi rumahnya.
Selain sekolah yang ada di lokasi rumahnya, siswa tidak diperkenankan untuk mendaftar di tempat lain.

Baca Juga  Sekretaris Komisi I Bilang Masyarakat Senantiasa Jaga Solidaritas dan Berpikir Positif

Selain itu juga, Sri Ningsih menyinggung soal bantuan, para RT harus memberikan bantuan secara adir dan merata, jangan tebang pilih. “Para RT awas jangan sampai kejadian seperti di Lampung Tengah pak lurah menjual beras bantuan, sehingga sampai ada amuk masa yang membakar rumah lurah tersebut. Makanya RT-RT yang adil, jangan hanya saudara-saudaramu saja mendapatkan bantuan. Juga yang sudah merasa mampu jangan merasa miskin terus nanti miskin beneran, bergantian dan geser bantuan kepada yang membutuhkan,” paparnya.

Nah, selain itu kepada para pengusaha warnet (warung internet) jam operasional hanya sampai pukul 23.00.Wib. Dan kepada para RT awasi dan jika melebihi jam operasional maka wajib tutup. “Kenapa saya minta jam 11 malam tutup, karena tadi malam ada kejadian, ada pertikaian antara pengunjung warnet dengan anak Punk, ini karena anak punk tersebut nginep di warnet tersebut dan menimbulkan pertikaian, saya minta tutup untuk menghindari keributan, agar suasana di kampung kita ini aman tertib dan damai,” tandasnya.

Baca Juga  Peserta Sosialisasi IP-WK Politisi PKS Sidik Efendi Didominasi Kaum Emak-Emak

Narasumber pertama Hambali Sanusi menjelaskan, tentang bagaimana masyarakat Indonesia merasa cinta kepada Pancasila. “Masyarakat Indonesia wajib cinta kepada Pancasila, karena sampai saat ini kita masih butuh dengan Pancasila, karena tanpa Pancasila tidak mungkin NKRI akan bersatu berdaulat sampai saat ini. Bagaimana perjuangan para pejuang dulu menjadikan negara- kesatuan Republik Indonesia hingga merdeka dan berdaulat,” paparnya.

Sementara, Weni Rosilawati dosen UIN Raden Intan Lampung ini memaparkan tentang bahayanya paham radikalisme. Karena paham radikalisme dapat menjadi ancaman bagi keutuhan dan keamanan negara jika tidak diatasi dengan baik. “Dengan mengatasi paham radikalisme, kita dapat menjaga keutuhan dan keamanan negara, serta membangun bangsa yang kuat dan berakhlak mulia,” jelasnya. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *