BANDARLAMPUNG- Pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung Hi. Wiyadi, SP, MM., melaksanakan kegiatan sebagai anggota DPRD yakni sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang dilakukan di Taman Wisata Alam Lengkung Langit 2 (L-2) Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, pada Kamis (10/07/2025).
Kesempatan itu, Wiyadi yang juga ketua DPC PDI-Perjuangan ini mengatakan bahwa saat ini pemkot Bandarlampung sudah memiliki sekolah SMA yang bisa menampung siswa-siswi yang tidak diterima di sekolah negeri. “Pemkot sudah mendirikan sekolah menengah, jika ada anak-anak kita gak masuk negeri silahkan daftar disana, gratis, semua ditanggung oleh APBD pemkot Bandarlampung. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah,” ujar legislator PDI-P Wiyadi.
Anggota DPRD Kota Bandarlampung ini menghimbau agar apa yang disampaikan ke dua narasumber dapat dipraktekkan di rumah dan bagaimana ideologi pancasila selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita dengarkan bersama apa yang disampaikan narasumber serap ambil ilmunya untuk bekal hidup berbangsa dan bernegara,” ucapnya.
Diketahui, agenda sosialisasi PIP-WK yang digelar pimpinan DPRD Bandarlampung Wiyadi menghadirkan dua narasumber yakni, DR. Donal Haris Sihotang owner SKH Kupas Tuntas dan DR. Lina Maulidiana, Rektor Universitas Saburai Lampung
Sementara, narasumber kegiatan PIP-WK pemateri pertama DR. Lina Maulidiana, Rektor Universitas Saburai Lampung memaparkan sejarah lahir Pancasila dan bagaimana imbas negatif dari internet dan media sosial (Medsos).
“Pancasila lahir pada 1 Juni dan pengesahan pancasila sehari setelah kemerdekaan yaitu 18 Juni 1945 sampai sekarang pancasila tidak di rubah dan yang sudah pernah diamandemen itu adalah undang undang dasar 1945. Dan negara Indonesia menganut paham demokrasi,” jelasnya.
Selanjutnya, pertanyaannya kenapa saat ini ideologi Pancasila kembali didengungkan? Jawabannya adalah negara merasa khawatir akan pengaruh negatif globalisasi utamanya internet dan media sosial (medsos). Pemerintah merasa saat ini moral bangsa mengalami degradasi (pergeseran) akibat terbiusnya masyarakat dengan pengaruh media sosial.
“Pancasila didengungkan karena globalisasi dan dengan mudahnya budaya luat dapat diakses melalui medsos. Dan cara memfiltenya adalah dengan kembali kepada ideologi pancasila. Mari mulai dari rumah kita ajarkan anak-anak kita tentang moralitas dan tanamkan nilai-nilai keagamaan,” paparnya.
“Karena skrang rasa sopan santun, rasa empati, gotong royong muali memudar, bahkan tingkat kriminalitas tinggi ini akibat menurunnya rasa ideologi Pancasila makanya nilai pancasila mulai ditegakkan. Hidup di negara Indonesia semua agama hidup berdampingan dan saling toleransi antar hidup beragama,” tandasnya.
Pemateri ke dua DR. Donal Haris Sihotang owner SKH Kupas Tuntas, dia menjelaskan wawasan kebangsaan, dimana pada intinya memupuk rasa persatuan dan kesatuan. Juga memaparkan tentang makna sila-sila yang terkandung di dalam batang tubuh Pancasila, sebagai mana sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari berbangsa dan bernegara. Namun, tetap tujuan utama adalah menjaga keamanan ketentraman, kerukunan serta keutuhan NKRI. (ron)







