banner 728x250

Dihadiri Ketua Bawaslu, Wiyadi Serukan Masyarakat Jangan Jadi Golput

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Menarik selain diawasi oleh beberapa anggota Panwaslu Kecamatan Kemiling, agenda sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (IP-WK) Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Wiyadi, S.P.MM, dihadiri langsung Ketua Bawaslu setempat Apriliwanda, S.H.

Bahkan agenda IP-WK Wiyadi yang digelar di Kelurahan Sumber Rejo, Kemiling, pada Rabu (15/11/2023) Apriliwanda, S.H, Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung maparkan tentang masyarakat tidak boleh menjadi golongan putih (Golput). “Pengawasan yang dilakukan Bawaslu adalah melekat, karena itu diharapkan kepada masyarakat, agar juga ikut mengawasi penyelenggaraan pemilu 2024. Dan laporka jika ada pelanggan yang dilakukan oleh oknum-oknum baik caleg dan juga tim pemenangan partai dan capres,” ujar dia.

banner 336x280

Selanjutnya, Ketua DPRD Bandarlampung Hi. Wiyadi, S.P. M.M., menjelaskan jika sosialisasi IP-WK merupakan salah satu kewajiban anggota DPRD untuk turun ke lapangan untuk mensosialisasikan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan.

“Saya melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai anggota DPRD yakni kegiatan IP-WK. Saya sampaikan juga di negara Indonesia, selain daribajaran agama yang kita yakini, sebagai pegangan hidup bangsa yakni Pancasila. Di dalam Pancasila, diajarkan bagaimana kita saling harga menghargai dan saling bahu membahu dengan bergotong royong yang merupakan warisan leluhur budaya bangsa,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemkot Raih Penghargaan dari Kemenpan RB Predikat Pelayanan Publik

Nah, sebentar lagi pada 14 Februari 2024 bangsa Indonesia akan melaksanakan pemilu serentak dari calon legislatif sampai presiden, jadi nanti ada lima surat suara yang akan dicoblos di bilik suara, berikan hak suara anda, jangan jadi golongan putih. Memilih adalah hak konstitusi rakyat. “Kalau ditemukan ada kecurangan foto atau video kanlah, nanti Bawaslu siap menidaklanjutinya dan yang penting tidak fitnah dan hoax. Gunakanlah hak sebagai pemilih, masa depan bangsa ditentukan di bilik, jangan jadi golongan putih,” ungkapnya.

Kembali dijelaskan politisi PDI-Perjuangan ini, bahwasanya menggunakan hak pilih merupakan salah satu bentuk pengamalan sila ke 4 Pancasila, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. ‘Seumpamanya nanti ada yang mengintimidasi dari oknum, ‘pilih ini, nanti kalau tidak masyarakat tidak dapat bantuan beras, video kan, harus berani, karena bantuan beras itu dari pemerintah. Kita ingin agar tercipta pemilu yang jujur dan adil (Jurdil) dan aman,” tandasnya.

Baca Juga  DPRD Bilang Disdik Wajib Penuhi Rekomendasi LHP BPK RI

Sementara, Mantan Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung, Chandrawansyah, sebagai narasumber ia mengingatkan agar masyarakat senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, berbeda pilihan dan pandangan politik boleh. Namun tetap menjaga agar Indonesia, utuh damai dan sejahtera.

“Ciri khas budaya bangsa Indonesia adalah bergotong royong, saling toleransi, teposeliro, saling menghargai. Nah begini lah yang harus senantiasa kita tanamkan dalam diri dan anak-anak kita, juga terapkan dalam lingkungan sekitar rumah, agar semakin erat rasa persatuan dan kesatuan,” kata dia.

Diketahui, agenda IP-WK Ketua DPRD Wiyadi, menghadirkan dua narasumber yakni Mantan Ketua Bawaslu Lampung Chandrawasyah dan juga ustadz Supratman Abdul Karim, pengasuh pondok pesantren. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *