Begini Keseruan Sosialisasi Ideologi Pancasila Anggota DPRD Bandarlampung Sri Ningsih

banner 120x600

BANDARLAMPUNG- Seru dan meriah. Demikian acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang dilaksanakan Anggota DPRD Kota Bandarlampung Sri Ningsih Djamsari, di Kelurahan Sukarame Baru, Kecamatan Sukarame (09/07/2025).

Pasalnya, keseruan terjadi karena adanya kuis-kuis yang dilakukan dan ada door-prize yang dibagikan kepada peserta. Dimana Srikandi PDI-Perjuangan ini memberikan beberapa pertanyaan seputar sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Lucunya peserta menjawab pertanyaan dengan kocak sehingga mengundang gerak tawa seluruh peserta, sehingga suasana seru dan meriah.

“Ya harapan saya, bagaimana peserta dapat menyimak apa yang disampaikan ke dua narasumber. Jangan sampai datang ke acara sosialisasi PIP-WK ini tidak dapat ilmunya, karena acara ini penting sebagai bekal dan ilmu dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

“Terapkan, sampaikan ilmu yang di dapat. Ajari Anak-anak kita di rumah tentang bagaimana Nilai-nilai dan norma ideologi Pancasila, seperti rasa tenggang rasa, tepo seliro, tolerasi antar umat beragana, sopan santun, saling menghargai dan saling tolong menolong, dan bergotong royong,” paparnya.

Baca Juga  Anggota Fraksi PDI-P Minta Peserta Tularkan Ajaran Ideologi Pancasila kepada Keluarga di Rumah

Dan, imbih dia, dia mengajak peserta sosialisasi PIP-WK untuk mengawali Implentasi ideologi Pancasila mulai dari rumah, dengan mengajarkan Anak-anak tentang ideologi Pancasila. “Perkembangan jaman dan pesatnya kemajuan teknologi membuat Anak-anak sukar untuk bersosialissai, dan Anak-anak banyak yang memilih menghabiskan waktunya dengan Handphone, asik dengan media sosial. Dengan begitu anak bangsa dapat Lupa dengan ideologi bangsa Pancasila,” kata dia.

Oleh Karena itu, berangkat dari situ, pemerintah merasa khawatir akan tergerusnya moral bangsa akibat kemajuan teknologi. “Tanamkan kepada Anak-anak akan ideologi Pancasila dan jangan sampai terpengaruh dengan budaya luar yang dapat merusak moral,” ungkapnya.

Sementara, Hi Hambali Sanusi, yang merupakan mantan Anggota DPRD Kota Bandarlampung ini, dalam pemaparan materi pun dia menyinggung soal Degredasi moral bangsa akibat kemajuan teknologi.

Baca Juga  Bagaimana Menfilter Budaya Luar, Begini Penjelasan BPIP

Pengaruh media sosial (Medsos) sambung Hambali, jika tidak dimanfaatkan dengan baik dan ke hal yang positif maka akan mengakibatkan rusaknya moral. Betapa tidak, budaya luar yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia dengan mudah masuk dan diliat di media sosial.

“Pengaruh negatif media sosial sangat buruk. Karena kita bisa melihat budaya orang luar (asing) di medsos dengan mudah. Karena itu nari kita jaga generasi bangun dengan membatasi penggunaan gatget (handphone) dan awasi anak-anak kita dalam menggunakan handphone,” tandasnya.

Kemudian, pemateri ke dua Ustad Suparman Abdul Karim memaparkan tentang ideologi Pancasila dari Persefektif segi agama Islam bahwa nilai-nilai Pancasila tidak bertentangan dengan agama apa pun di Indonesia. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *