BANDARLAMPUNG- Majelis Taklim Mardhotillah melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad, yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal Hijriah, di Masjid Mardhotillah Way Dadi, Sukarame, Sabtu (20/09/2025).
Menarik dan yang membuat ramai majelis ta’lim tersebut, acara maulid nabi Muhamad menghirkan penceramah yakni Ustadz kondang Suparman Abdul Karim.
Ketua Majelis Taklim Mardhotillah Sri Ningsih Djamsari mengatakan bahwa peringatan maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna yang mendalam bagi umat Islam, yaitu sebagai ekspresi cinta dan penghormatan kepada Rasulullah.
“Meski dalam keadaan hujan, namun hujan ini adalah berkah bagi kita semua dan syukur Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan,” kata Sri Ningsih.

Maulid Nabi Muhamad SAW, terus anggota DPRD Kota Bandar Lampung ini, merupakan ajang silaturahmi, ajang bersyukur kepada Allah SWT.
“Maulid Nabi Muhamad ini adalah ajang kita silaturahim, bertemu dengan keikhlasan, dengan penuh kesabaran iklas untuk kita semua. Mati kita bersama-sama belajar dan kita saling bantu, bahu membahu, saling guyub, saling rukun dalam bermasyarakat dan juga di dalam pengajian. Saya malah banyak kekurangan dan mohon saya diberikan bimbingan,” papar Sri Ningsih Djamsari.
Maulid Nabi Muhamad mengandung banyak makna yakni, Maulid Nabi adalah wujud nyata rasa cinta umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Juga sebagai Momentum Introspeksi Diri, dan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad.
Nabi Muhammad dikenal dengan akhlak terbaik, sehingga Maulid mengingatkan kita untuk meniru sifat sabar, jujur, amanah, dan kasih sayang beliau. Menguatkan Ukhuwah Islamiyah, menguatkan tali persaudaraan di antara umat Islam. Maulid menjadi sarana syiar Islam yang penuh berkah.
Maulid Nabi bukan sekadar acara seremonial, tapi momen kolektif untuk mengingat sosok teladan sepanjang zaman dan memperbaiki diri.
Sementara, ustadz Suparman Abdul Karim, memaprkan tentang agama Islam yang sudah sempurna untuk Ummat Islam. Agama Islam adalah agama yang sempurna dan diridhai oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 3: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”.
Kesempurnaan Islam mencakup semua aspek kehidupan: Islam mencakup akidah, syariat, dan akhlak, memberikan pedoman untuk kehidupan dunia dan akhirat.
Islam adalah agama yang bisa diterapkan di setiap masa, tempat, dan masyarakat. Islam merangkum kebenaran dari agama-agama sebelumnya dan menyempurnakannya.¹ ² ³
Islam mengajarkan untuk menauhidkan Allah SWT dan melarang kesyirikan. Islam memerintahkan berbuat jujur, adil, dan berbuat baik kepada sesama. Syariat yang Jelas*: Islam memiliki aturan yang jelas tentang halal dan haram.
Dengan demikian, Islam adalah agama yang sempurna dan diridhai Allah, memberikan pedoman lengkap untuk kehidupan manusia. (ron)







