BANDARLAMPUNG – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Sri Ningsih Djamsari, menyoroti sejumlah faktor yang memicu kenakalan remaja, khususnya anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Menurut Sri Ningsih, faktor keluarga menjadi salah satu penyebab utama. Minimnya kasih sayang dan komunikasi antara orang tua dan anak akibat kesibukan orang tua dapat membuat anak mencari perhatian di luar rumah, bahkan melalui perilaku negatif.
“Anak cuma dikasih HP dan uang. Anak akhirnya cari perhatian di luar, bahkan lewat cara yang salah,” ujarnya.
Hal itu disampaikan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung tersebut dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di wilayah Sukarame, Senin (26/10/2026).
Sri Ningsih juga mengingatkan bahwa perilaku orang tua di rumah dapat memengaruhi pola pikir dan tindakan anak. Kebiasaan buruk yang diperlihatkan orang tua berpotensi dianggap sebagai sesuatu yang wajar oleh anak.
“Contoh buruk dari orang tua, misalnya si ayah merokok, mabuk, melakukan KDRT. Anak merekam itu sebagai hal yang normal,” paparnya.
Selain keluarga, lingkungan dan pergaulan turut menjadi faktor yang memengaruhi perilaku remaja. Tekanan dari teman sebaya dapat membuat anak mengikuti kebiasaan negatif hanya demi diterima dalam kelompoknya.
“Salah pilih teman dan geng. Istilahnya, karena takut dibilang cupu kalau tidak ikut nongkrong sampai malam, merokok, tawuran, atau ikut geng motor,” jelasnya.
Srikandi PDI-Perjuangan ini juga menyoroti lingkungan yang rentan terhadap berbagai perilaku berisiko, seperti konsumsi minuman keras, judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga mudahnya akses terhadap konten pornografi.
Karena itu, perhatian dan pengawasan orang tua menjadi hal penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Komunikasi yang terbuka, pemberian kasih sayang, serta keteladanan dalam keluarga diharapkan dapat membantu remaja terhindar dari pergaulan yang berisiko.
Melalui kegiatan PIP-WK tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, bertanggung jawab, serta berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila. (*/ron)







