Politisi PKB Ajak Masyarakat Cinta Tanah Air

banner 120x600

 

BANDARLAMPUNG-anggota Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, Taufik Rahman, mengajak masyarakat untuk senantiasa cinta tanah air Indonesia, tanpa melihat aspek apapun.

“Meski banyak perbedaan baik suku, ras, agama, suku, bahasa dan budaya dan warna kulit, jangan melihat asal muasal dan perbedaan lainnya , sebagai warga negara Indonesia mari kita cinta terhadap tanah air Indonesia,” ujar anggota Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, Taufik Rahman, pada agenda sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Sabtu (08/04/2023).

Pancasila adalah sebagai ideologi bangsa dan negara implementasinya sebagai konsensus bersama dalam membangun negara Indonesia, tanpa diskriminasi sehingga ideologi pancasila menutup pintu semua ideologi eksekutif yang mau menyeragamkan masyarakat menurut gagasan sendiri.

“Cita-cita negara adalah mewujudkan rakyat yang adil makmur dan sejahtera. Saya mengutip kata mutiara mantan Presiden Gusdur. “Islam datang bukan untuk mengubah budaya leluhur kita menjadi budaya Arab, bukan aku jadi ana, sampeyan jadi antum, dan sedulur jadi akhi,’ kutipan KH Abdurrahman Wahid.

Baca Juga  PKS Lampung Buka Posko Mudik 2024

Demikian juga kutipan kata mutiara dari Ketua PKB Muhaimin Iskandar, ‘Islam nusantara adalah islam yang tiadak larut dalam budaya bangsa. Selanjutnya, anggota DPRD Bandarlampung Taufik Rahman pun ada kalimat mutiara, ‘Nikmati hidup dengan baisa-biasa saja, syukurin apa yang kita miliki, ujian dagang untuk mengahatkan kita untuk menghadapi hidup yang lebih baik,” kata Taufik Rahman, politisi senior PKB.

Narasumber pertama ustadz Abdul Aziz, mengatakan, Pancasila adalah seperangkat nilai yang terangkai secara holistik menjadi gagasan dasar tentang konsep dan prinsip yang menjadi pandangan hidup masyarakat bangsa dan negara Indonesia.

“Ideologi Pancasila, konsepsi mendasar kehidupan berbangsa dsn bernegara dalam bingkai NKRI bersifat konseaktual dan aktualitatif. Berakar pada kehidupan masyarakat sehingga memiliki kemampuan mempertahankan diri,” ujarnya.

Baca Juga  Hi. Yuhadi, SH.i, MH. Pamit dari DPRD Kota Bandarlampung, Siap Maju ke DPR RI

Narasumber ke dua Nabila dari Universitas Islam Negeri (UIN) Lampung, memaparkan lima Sila Pancasila. Nah, dalam penerapan di masyarakat lima sila Pancasila sila pertama ketuhanan yang maha Esa, menjamin tidak ada diskriminasi, menjamin kebebasan beragama dan pluralisme ekspresi keagamaan.

Sila ke kemanusiaan yang adil dan beradab, menjadi jaminan pelaksana hak azazi manusia (HAM) tolak ukur keberadaan dan solidaritas setia warga negara.

Sila persatuan Indonesia, menegaskan rasa cinta tanah air, tidak menutup diri membangun hubungan timbal balik atas dasar kesamaan kedudukan.

Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, berarti komitmen terhadap demokrasi yang wajib disukseskan.

Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, artinya pengentasan kemiskinan dan diskriminasi terhadap minoritas dan kelompok perlu dihapus dari bumi Indonesia. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *