Fraksi PKS Teratas dalam Pemberitaan DPRD Bandar Lampung, Bunda Sulis: Bukti Kerja dan Edukasi Publik

banner 120x600

BANDAR LAMPUNG — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi fraksi dengan frekuensi pemberitaan tertinggi di DPRD Kota Bandar Lampung sepanjang periode Januari–September 2026. Berdasarkan data pada poster, Fraksi PKS tercatat muncul dalam 248 pemberitaan atau 18,7 persen dari total 1.319 pemberitaan media mengenai aktivitas antarfraksi di DPRD Kota Bandar Lampung.

Posisi tersebut menempatkan PKS di urutan pertama, disusul Fraksi Gerindra sebanyak 221 berita (16,7 persen) dan Fraksi Golkar 187 berita (14,1 persen). Tingginya eksposur Fraksi PKS dinilai tidak semata-mata sebagai capaian komunikasi politik, tetapi juga menjadi gambaran dari aktivitas para anggota dewan PKS dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, serta menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Bendahara DPD PKS Bandar Lampung sekaligus Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Komisi IV, Sulistiani atau Bunda Sulis, mengatakan banyaknya pemberitaan tentang Fraksi PKS merupakan salah satu indikator bahwa kader PKS yang mendapat amanah sebagai wakil rakyat terus bekerja dan hadir dalam berbagai persoalan masyarakat. “Banyaknya pemberitaan ini bagi kami bukan sekadar soal seberapa sering PKS diberitakan, tetapi menjadi salah satu bukti bahwa ada kerja yang dilakukan dan diperjuangkan oleh Fraksi PKS untuk masyarakat,” ujar Bunda Sulis.

Baca Juga  Pimpinan DPRD Edison Ingatkan Warga Jangan Jadi Golput

Menurutnya, kerja politik tidak boleh hanya terlihat ketika momentum pemilu atau kampanye berlangsung. Justru setelah memperoleh kepercayaan masyarakat, para kader yang terpilih harus membuktikan amanah tersebut melalui kerja nyata. Mulai dari mengawal kebijakan dan anggaran, menyampaikan aspirasi, mengawasi jalannya pemerintahan, hingga ikut mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Bandar Lampung.

Bunda Sulis juga melihat pemberitaan media memiliki fungsi yang lebih luas, yakni sebagai sarana edukasi publik mengenai kehidupan bernegara, khususnya tentang fungsi dan kerja lembaga legislatif. Masyarakat dapat mengetahui bahwa kerja DPRD tidak hanya berkaitan dengan rapat atau penyampaian pendapat, tetapi juga mencakup proses pembentukan peraturan daerah, pembahasan APBD, pengawasan pembangunan, serta penyerapan aspirasi warga.

Baca Juga  KPU Lampung Beberkan Persyaratan Calon Peserta Pilkada

“Media juga menjadi jembatan edukasi bagi masyarakat. Ketika kerja dewan diberitakan, masyarakat bisa semakin memahami bagaimana proses kebijakan dibuat dan bagaimana fungsi DPRD dijalankan. Harapannya, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi semakin aktif menyampaikan aspirasi, mengawasi, dan ikut peduli terhadap pembangunan Kota Bandar Lampung,” kata Bunda Sulis.

Karena itu, capaian Fraksi PKS sebagai fraksi dengan pemberitaan terbanyak diharapkan tidak berhenti sebagai angka statistik. Hal terpenting adalah bagaimana pemberitaan tersebut mencerminkan kerja, pelayanan, dan keberpihakan kepada masyarakat, sekaligus membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas. “Bekerja bukan hanya saat kampanye, tetapi justru membuktikan setelah terpilih. Amanah rakyat harus dijawab dengan kerja dan pelayanan,” pungkas Bunda Sulis. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *