Wiwik Anggraini Ingatkan Warga Tak Mudah Terpengaruh Informasi di Medsos

banner 120x600

BANDAR LAMPUNG – Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan dan menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga harus diiringi dengan sikap bijak agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Wiwik Anggraini, S.H., saat melaksanakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Jagabaya II, pada Rabu (30/9/2026).

Wiwik mengatakan, hampir seluruh aktivitas masyarakat saat ini telah memanfaatkan teknologi digital. Mulai dari berkomunikasi, mencari informasi hingga memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari dapat dilakukan secara online.

“Di era serba digital semua serba cepat karena hampir semua kegiatan, baik itu komunikasi, menerima informasi, maupun belanja, semua serba online. Kalau kita tidak bijak, kita bisa terbawa arus informasi yang belum tentu benar,” kata Wiwik.

Baca Juga  Pesan Narasumber PIP-WK Legislator Gerindra Bijaklah dalam Penggunaan Medsos

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Karena itu, nilai-nilai Pancasila perlu terus diperkuat agar menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai perkembangan di era digital.

Srikandi PDI-Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung ini menekankan pentingnya menjaga sikap toleransi, gotong royong dan persatuan. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpancing oleh konten yang berpotensi menimbulkan perpecahan, ujaran kebencian maupun provokasi.

“Jangan sampai kemajuan teknologi justru membuat kita terpecah. Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat,” pesannya.

Sementara itu, Dosen Universitas Lampung (Unila), Widya Eka Putri, selaku narasumber, menyampaikan bahwa kemampuan memilah informasi merupakan bagian penting dari literasi digital.

Menurutnya, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai ataupun membagikannya kepada orang lain. “Digitalisasi memberi banyak kemudahan, tapi juga tantangan. Masyarakat harus cerdas memilah informasi, apalagi yang menyangkut isu SARA dan politik. Pancasila harus hadir sebagai pedoman,” jelasnya.

Baca Juga  Anggota DPRD Fraksi Nasdem Pepy Asih W Peduli Santuni Janda dan Warga Kurang Mampu

Kegiatan PIP-WK tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat. Sejumlah warga, tokoh masyarakat, pemuda dan ibu-ibu PKK turut berdiskusi mengenai penggunaan media sosial serta maraknya informasi yang beredar di ruang digital.

Karena itu diharapkan kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai Pancasila sekaligus mendorong warga untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial.

“Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, kita bisa tetap menjaga persatuan meskipun hidup di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat,” pungkasnya. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *