banner 728x250

Urun-Rembuk Musyawarah Mufakat Ajaran Luhur Pancasila

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Politisi PAN DPRD Kota Bandar Lampung, Hadi Tabranie, melakukan acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Labuhanratu Raya, Kecamatan Labuhanratu, Minggu (09/04/2023).

Anggota Komisi III DPRD Bandar Lampung ini menjelaskan jika masyarakat saat ini mudah diadu domba mudah terpecah belah. “Banyak sekali kabar di media sosial seperti tauran remaja, geng motor, kita ini masyarakat mudah sekali terpecah belah, makanya kita adakan lagi pemahaman, pedomanan dan penghayatan pengamalan pancasila, agar kembali kepada ajaran luhur pengamalan pancasila, musyawarah mufakat, serta memupuk rasa persatuan dan kesatuan,” ujar Hadi Tabranie.

banner 336x280

Sementara, narasumber Ahadi Fajrin Prasetya, Dekan Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang (UTB) menjelaskan, negara Indonesia adalah negara hukum, seperti yang diatur dalam UUD 1945.

Baca Juga  GRANAT Lampung dan Bupati Way Kanan Raih Penghargaan BNN RI

“Memang kita ini negara hukum, tetapi jangan semua lapor polisi. Masalah kecil saja lapor polisi, padahal bisa dilakukan urun-rembuk atau istilah-istilah musyawarah mufakat berdasarkan jenjangnya, kalau ada masalah dirembukin dulu. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui,” ujarnya.

Nah, lanjut dia seperti masalah penutupan rumah ibadah di Rajabasa, masalah tersebut tentunya, tidak boleh langsung menghakimi bahwa itu ilegal, ini bukan cerminan pengamalan sila-sila pancasila.

“Rembug dulu, liat apakah melangar dalam kaidah-kaidah pancasila, banyak tingkatan yang harus dilalui. Setiap warga negara sama dimata hukum, dalam pengamalan sila-sila pancasila setiap warga negara dijamin atas hak untuk memeluk agama, karena pancasila adalah sebagai landasan pedoman hidup berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Baca Juga  Ketua Komisi IV: Didik Anak dengan Agama, Akhlak dan Moral

Sementara, narasumber kedua Ali Kamal dosen Universitas Muhamadiyah Lampung (UML) bahwa sebagai warga negara Indonesia percaya dan bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa berdasarkan kepercayaan masing-masing.

“Penerapan sila pertama ini dimana dalam kehidupan bermasyarakat harus saling menghormati antar pemeluk agama lain sehingga terjadi kehidupan yang rukun ,”jelasnya. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *