Sosialisasi Ideologi Pancasila Fraksi Demokrat AP Soroti Dampak Negatif Smartphone

banner 120x600

BANDAR LAMPUNG- Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Purwanto (AP) mengingatkan kepada peserta Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) agar memberikan batasan pada anak dalam penggunaan smartphone atau gadget.

Hal itu disampaikan Agus dalam kegiatan sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) yang
dilaksanakan di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, pada Sabtu (26/9/2026).

Legislator asal partai Demokrat ini menjelaskan jika saat ini penggunaan internet dan smartphone yang berlebihan, khususnya pada anak-anak, sangat mengkhawatirkan. Banyak konten negatif dan game online yang mengandung unsur kekerasan yang dapat merusak mental dan perilaku anak.

“Mengingat bahayanya penggunaan internet seperti game online yang mengandung kekerasan dan konten-konten yang mengandung hal negatif. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Agus di hadapan warga.

Baca Juga  Siswa SMAN-8 Manfaatkan Kulit Pisang-Nanas jadi Produk Berkualitas

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung ini juga menyoroti dampak negatif smartphone terutama pada anak yang kecanduan bermain game online, khususnya game yang diwajibkan harus menang dan bernuansa peperangan.

“Anak-anak sekarang banyak yang main game perang, kalau kalah marah-marah, membanting HP, bahkan melawan orang tua. Itu dampak buruk yang tidak kita sadari,” tegasnya.

Oleh karena itu, Agus menghimbau kepada seluruh orang tua agar lebih peduli dan mengawasi anak-anak dalam menggunakan gadget.

“Jadi saya menghimbau kepada bapak dan ibu untuk bisa menjaga anak-anak kita dari penggunaan smartphone yang berlebihan. Berikan batasan waktu, awasi apa yang mereka tonton dan mainkan,” tambahnya.

Baca Juga  Wah Gawat Pembangunan Gapura Taman Dwipangga Tidak Selesai, Diduga Lemahnya Pengawasan Dinas PU

Agus juga menekankan pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila di dalam keluarga sebagai benteng agar anak tidak mudah terpengaruh hal negatif dari dunia digital.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Anggalana, SH dosen Universitas Bandar Lampung (UBL) dan Levi Tuzaidi salah satu politisi.

Anggalana menjelaskan dari sisi hukum dan pendidikan tentang pentingnya peran orang tua dalam melindungi anak di ruang digital. Sementara Levi menambahkan bahwa ketahanan keluarga adalah kunci utama dalam membentengi generasi muda dari pengaruh buruk internet.

Warga Kedaung yang hadir tampak antusias dan mengaku mendapat wawasan baru tentang pentingnya pengawasan terhadap penggunaan gadget pada anak. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *