BANDARLAMPUNG – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bandarlampung, Rama Apriditya, SH, menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang dibangun berdasarkan kesepakatan.
Menurutnya, lahirnya Pancasila juga merupakan hasil dari proses musyawarah dan mufakat para pendiri bangsa.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, Rama Apriditya, dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang digelar di Jalan Kijang 4, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Senin (28/9/2026).
Menurut legislator Partai Golkar tersebut, Pancasila bukanlah agama dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan agama. Sebaliknya, nilai-nilai Pancasila dinilai sejalan dengan ajaran agama.
“Ya, negara yang didirikan Nabi Muhammad SAW juga bukan negara agama, melainkan negara kesepakatan. Hal tersebut sama dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya.
Rama mengatakan, salah satu contoh negara kesepakatan pada masa Nabi Muhammad SAW adalah terbentuknya masyarakat Madinah yang diatur melalui Piagam Madinah.
“Konstitusi negara Nabi Muhammad SAW bukan Al-Qur’an, tetapi berdasarkan Piagam Madinah. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu contoh bagi para pendiri negara Indonesia. Karena itu, Pancasila menjadi ideologi bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.
Politisi Partai Golkar ini menambahkan, pemahaman terhadap Pancasila perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat memahami dasar kehidupan berbangsa dan bernegara serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. (ron)







