BANDARLAMPUNG- Anggota Fraksi DPRD Kota Bandarlampung Dedi Yuginta memaparkan pentingnya sosialisasi ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di masyarakat.
Karena, menurut Wakil Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung ini, pesatnya perkembangan jaman dan semakin canggihnya teknologi informasi dan internet membuat banyaknya pengaruh budaya luar yang masuk melalui media sosial (medsos). Sehingga tidak menutup kemungkinan dapat menggerus budaya dan citra masyarakat Indonesia.
“Tujuan sosialisasi PIP ini karena pesatnya perkembangan teknologi HP internet sosmed, semua bisa langsung di akses melalui Handphone. Dengan kemudahan mengakses tersebut, dapat merubah dan menggerus budaya masyarakat Indonesia,” ujar Dedi Yuginta, pada agenda sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang dilaksanakan Anggota Fraksi PDI-P DPRD Kota Bandarlampung Dedi Yuginta, di Jalan Nakip Rawa Laut, Kamis (12/06/2025).
Karena budaya luar ada yang baik dan buruk utama untuk negara kita banyak budaya asing yang tak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia. Dikhawatirkan Ideologi pancasila dapat pudar oleh karenanya, digalakkan agi sosialisasi ideologi Pancasila.
Tujuan negara mengadakan sosialisasi ideologi Pancasila adalah untuk meningkatkan kesadaran nasional dan cinta tanah air di kalangan masyarakat.
Menguatkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan negara dan masyarakat, menghadapi tantangan global dan perubahan zaman dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Pancasila.
Dengan mengadakan sosialisasi ideologi Pancasila, negara dapat meningkatkan kesadaran nasional dan menguatkan nilai-nilai Pancasila di kalangan masyarakat.
Kesempatan itu, dua narasumber memaparkan ideologi Pancasila seperti yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta paparan wawasan kebangsaan. Keduanya adalah Suheli mantan anggota DPRD Kota Bandar Lampung dan Ratna Wulandari, salah seorang dosen di Lampung. (ron)







