Berita  

Pendidikan Jadi Korban Politik? LMND Bandarlampung Kecam Kegaduhan SMN Siger

banner 120x600

BANDARLAMPUNG-Polemik keberadaan SMA Siger yang belakangan memanas memantik reaksi keras dari gerakan mahasiswa. Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Bandarlampung secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap operasional sekolah tersebut, sembari memperingatkan agar hak pendidikan rakyat tidak dikorbankan demi kepentingan politik sesaat.

Ketua Eksekutif LMND Kota Bandarlampung, Marco Fadhillah, menilai kegaduhan yang terjadi saat ini telah melenceng dari substansi. Alih-alih fokus pada solusi menekan angka putus sekolah, perdebatan justru terjebak pada konflik administratif dan gesekan elite.

“Persoalan utama yang harus dilihat adalah tingginya angka putus sekolah di Bandarlampung. Banyak anak dari keluarga kelas pekerja dan rakyat miskin kota kehilangan akses pendidikan karena sekolah negeri penuh dan sekolah swasta mahal,” tegas Marco dalam rilis, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga  Niza Aila Anjani Peraih Emas di Kejuaraan Pencak Silat Raden Intan 2024

.LMND menyoroti bahwa menyeret isu pendidikan ke dalam arena pertarungan politik adalah tindakan berbahaya. Menurut Marco, jika memang terdapat celah administrasi atau perizinan, solusinya bukan dengan menciptakan ketidakpastian bagi peserta didik.

“Pendidikan tidak boleh dijadikan arena konflik elite. Perdebatan administrasi itu tugas negara dan pemangku kebijakan untuk membereskannya, sementara hak anak-anak untuk tetap bersekolah harus dijamin tanpa syarat,” ujarnya.

Sebagai solusi, LMND mendesak Pemerintah Kota Bandarlampung, Pemerintah Provinsi Lampung, serta kementerian terkait untuk membuang ego sektoral. Seluruh pihak diminta duduk satu meja mencari jalan keluar legal tanpa menghentikan proses belajar mengajar yang sudah berjalan.

Organisasi ini menekankan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional menjamin pendidikan warganya. Setiap inisiatif yang memperluas akses sekolah bagi rakyat kecil semestinya disempurnakan, bukan diamputasi dengan alasan prosedural.

Baca Juga  Walikota Bandarlampung Eva Dwiana Sambut Peserta APEKSI Outlook 2025 dari Berbagai Daerah

Masa depan anak-anak tidak boleh dikorbankan hanya karena konflik kepentingan dan lambannya birokrasi. Hentikan kegaduhan politik dan pastikan SMA Siger tetap menjadi ruang pendidikan bagi rakyat,” pungkas Marco. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *