banner 728x250

Moral Anak Dapat Tergerus oleh Pengaruh Medsos

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Seiring dengan perkembangan jaman diera digitalisasi moderenisasi tentu banyak perubahan. Perkembangan jaman tersebut tidak lepas dari pengaruh negatif perkembangan teknologi, apalagi ditambah pengaruh media sosial (Medsos) kian merajalela, sehingga menggerus moral dan adab anak.

“Tentunya perkembangan medsos ini banyak sekali pengaruh negatif terhadap anak, jika tidak disaring maka anak bisa-bisa kehilangan adab dan etika serta sopan santunnya, ini semua akibatnya kurangnya perhatian orangtua dan kurangnya pengetahuan moral anak,” demikian diungkapkan anggota DPRD Bandarlampung, Wiwik Anggraini, pada agenda sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (IP-WK) yang dilakukan di Sepang Jaya, Kedaton, Minggu (02/04/2023).

banner 336x280

Dijelaskan anggota Komisi IV DPRD Bandarlampung ini, kondisi saat ini sudah banyak anak-anak yang kehilangan adab dan moral. Disini peran orang tua sangat dibutuhkan dalam membimbing anak-anak agar tidak terjerumus dalam tindak kejahatan. Karena banyak sekali berita-berita yang tersebar anak-anak melakukan tawuran dan terlibat geng motor yang melakukan penganiayaan. Hal ini jelas karena kurangnya penanaman moral dan etika terhadap anak-anak.

Baca Juga  Jelang Pemilu, JMSI Lampung Dukung Kepolisian Tangkal Hoax

“Anak-anak sudah banyak yang kehilangan adab. Mari kita bersama-sama mendidik anak kita dengan iman dan taqwa, serta menanamkan etika dan moral, di pemerintahan juga nanti kita dorong agar dunia pendidikan kembali mengajarkan ilmu etika dan moral. Kalau Dulu pendidikan moral pancasila benar-benar diterapkan di sekolah,” ungkapnya.

Sementara, Narasumber dosen dari Universitas Lampung (Unila) Widya Rizki Eka Putri memaparkan tentang implementasi lima Sila Pancasila. Sila pertama, ‘Ketuhanan’ itu implementasinya yakni kebebasan memeluk agama, mengakui keberadaan Tuhan. “Pancasila itu dinamis dan pancasila juga sebagai filter masuknya budaya asing yang masuk ke negara Indonesia,” jelas dia.

Sila kedua ‘Kemanusiaan’ apa yang dicapai dari Sila ini adalah ketercapian manusia yang beradab. “Bagaimana terciptanya manusia Indonesia yang beradab. Tutur sapa yang beradab, bagaimana kita bersikap kepada orang tua atau dengan yang muda, bertegur sapa dan juga saling menghormati dan menghargai sesama,” ungkapnya.

Baca Juga  Bandarlampung Tambah Dua Puskesmas Rawat Inap

Sila ke tiga ‘persatuan Indonesia’ implementasinya; “Basanya jika sudah mau dekat pemilu atau pilkada ini banyak berita-berita, hati-hati dengan broadcast berita bohong, konfirmasi dulu, jangan asal sare/kirim sebar berita yang belum jelas asal usulnya.
Beda pendapat beda pandangan itu biasa, tidak ada satu orang pun yang memaksa untuk memilih dalam pemilu,”.

Sila ke empat kerakyatan implementasi Sila ini adalah segala sesuatunya dilakukan secara musyawarah mufakat. Dan ada keterwakilan rakyat dalam Parlemen, sehingga rakyat bisa menyampaikan aspirasi melalui perwakilan di legislatif. Sila ke lima keadilan sosial implementasi, pembangunan yang dilakukan pemerintahan secara merata. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *