Berita  

Legislator PDI-P : Bentengi Anak dengan Ideologi Pancasila jangan Terjebak Arus Globalisasi

banner 120x600

BANDARLAMPUNG- Anggota Komisi II DPRD Kota Bandarlampung Irpan Setiawan menggelar agenda sosialisasi Pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di Teluk Betung Utara (TBU) pada Selasa (29/07/2025).

Menurut anggota fraksi PDI-Perjuangan ini, kepada para peserta diharapkan dapat menyimak apa yang disampaikan ke dua narasumber tentang ideologi pancasila sebagai mana sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. “Tolong simak dan apa yang disampaikan dua pemateri dapat di terapkan du rumah dan ajarkan anak-anak kita agar senantiasa membentengi dirinya dengan ideologi pancasila, supaya tidak terjebak dengan arus negatif perkembangan jaman yang semakin canggih,” ujar Irpan Setiawan.

Sementara, narasumber pertama Suheli yang juga salah seorang staf ahli pimpinan DPRD Bandarlampung, ia memaparkan tentang makna nilai-nilai yang terkandung di dalam sila-sila Pancasila.

Baca Juga  Angin Segar, Pemkot Bandarlampung Pastikan THR Lebaran 2026 ASN Aman

Dijelaskan Suheli, Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa, mengakui dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan penguasa alam semesta. Sila Kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Maknanya adalah menghargai martabat manusia dan hak-hak asasi manusia.

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia, yakni mengakui dan mengembangkan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia, seperti cinta tanah air, kesadaran nasional, dan semangat gotong royong.

Sila Keempat: Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, maknanya mengembangkan demokrasi dan partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yakni, mengembangkan nilai-nilai keadilan, seperti keadilan ekonomi, keadilan hukum, dan keadilan sosial.

Baca Juga  Rezki Wirmandi Bilang Silaturahmi Adalah Implementasi dari Sila Pancasila

Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung di dalam sila-sila Pancasila dapat menjadi pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.

Kemudian, narasumber ke dua Agus Pramudia salah seorang praktisi, ia menjelaskan tentang adanya pergeseran nilai-nilai Pancasila di negara Indonesia. Menurut dia, menyebabkan pergeseran nilai-nilai ideologi Pancasila salah satunya pengaruh budaya asing dan arus Globalisasi dapat menyebabkan pergeseran nilai-nilai ideologi Pancasila dengan memasukkan nilai-nilai baru yang berbeda dengan nilai-nilai tradisional.

“KemaKemajuan teknologi dapat menyebabkan pergeseran nilai-nilai ideologi Pancasila dengan memfasilitasi akses informasi yang tidak terkendali,” urainya. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *