Ketua Komisi IV Asroni Paslah: Nilai-Nilai Pancasila Dinilai Mulai Luntur di Era Digital

banner 120x600

BANDARLAMPUNG — Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah menegaskan bahwa perkembangan media sosial dan teknologi digital di era saat ini turut memengaruhi kehidupan sosial masyarakat, termasuk terhadap pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Penegasan ini, disampaikan Legislator Partai Gerindra, Asroni Paslah dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, pada Rabu (13/05/2026).

Menurutnya, kemajuan teknologi memang membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga berdampak pada menurunnya budaya kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Sekarang ini untuk mengumpulkan warga saja sudah sulit. Pengaruh media sosial dan teknologi membuat interaksi sosial langsung mulai berkurang. Ini yang menyebabkan terjadinya degradasi nilai-nilai Pancasila di masyarakat,” ujar Asroni Paslah.

Baca Juga  Sekretaris Komisi II Indra Feriza Paparkan Rumusan Awal Dasar Pancasila

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung itu juga menyoroti perubahan budaya ronda atau siskamling yang dahulu menjadi tradisi kebersamaan warga. Jika sebelumnya kegiatan ronda dilakukan secara bergiliran dan menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga, kini sebagian masyarakat justru memilih membayar orang untuk menjaga malam.

“Dulu ronda itu dilakukan bersama-sama dan menjadi sarana silaturahmi warga. Sekarang malah banyak yang membayar orang untuk jaga malam. Budaya kebersamaan perlahan mulai luntur,” katanya.

Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bandar Lampung, Asroni berharap masyarakat dapat kembali menghidupkan semangat gotong royong serta memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, meski berada di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Baca Juga  Sosialisasi PIP-WK Pimpinan DPRD Sidik Efendi Sasar Para Ketua-Ketua RT

Ia menilai, menjaga kebersamaan dan kepedulian sosial sangat penting agar hubungan antarwarga tetap harmonis dan budaya luhur bangsa tidak hilang ditelan perkembangan zaman. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *