Ketua Komisi II DPRD Minta Disdag Lebih Optimalkan Target Retribusi Pasar

banner 120x600

BANDARLAMPUNG – Ketua Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung, Agusman Arief, menegaskan untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi merupakan sebuah keharusan. Setiap sektor penyumbang PAD, termasuk retribusi Pasar.

Karena itu, Dinas Perdagangan (Disdag), Kota Bandarlampung, harus mengalami peningkatan secara proporsional seiring dengan meningkatnya kebutuhan belanja daerah.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kota Bandarlampung, Agusman Arief, Kamis (22/01/2026). “Jika terjadi penurunan penerimaan PAD, kondisi tersebut justru patut dipertanyakan. Ya kalau naik memang harus naik, karena kebutuhan belanja kita juga meningkat. Kalau justru turun, itu yang harus dipertanyakan,” kata Agusman Arief.

Legislator asal Partai Demokrat ini menjelaskan, kenaikan target retribusi Disdag Kota Bandar Lampung tahun anggaran 2026 menjadi Rp3,6 miliar harus dibarengi dengan langkah konkret dalam menggali potensi PAD yang masih belum tergarap secara maksimal.

Baca Juga  Peran Serta Orang-Tua Penting dalam Menanamkan Ideologi Pancasila kepada Anak

Agusman menjelaskan, penggalian potensi tersebut dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yakni ekstensifikasi dan intensifikasi. Ekstensifikasi diarahkan pada pencarian item-item retribusi baru, sementara intensifikasi dilakukan dengan mengoptimalkan retribusi yang sudah ada agar tidak terjadi kebocoran.

“Kalau intensifikasi, retribusi yang sudah existing itu dioptimalkan. Jangan sampai ada kebocoran,” tegasnya.

Ia juga menyoroti keterangan Kepala Dinas Perdagangan yang menyebut pemanfaatan aset daerah saat ini baru mencapai sekitar 70 persen. Menurut Agusman, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang besar untuk meningkatkan penerimaan dari sektor pemakaian Barang Milik Daerah (BMD).

“Kalau baru 70 sampai 80 persen, kenapa tidak bisa ditingkatkan jadi 90 persen? Itu salah satu bentuk intensifikasi yang harus dikejar,” katanya.

Baca Juga  Salurkan Beras 120 Ton, Walikota : InsaAllah Kita Beri Rata

Agusman menilai, optimalisasi aset daerah yang berada di bawah pengelolaan Disdag harus menjadi fokus utama, mengingat sektor BMD diproyeksikan menyumbang lebih dari Rp2 miliar dari total target retribusi Disdag tahun 2026.

Selain itu, ia mendorong agar para petugas pemungut retribusi terpacu meningkatkan kinerja demi mencapai target yang telah ditetapkan.

“Teman-teman di Dinas Perdagangan harus bekerja keras. Target sudah dipasang, maka harus dicapai dan direalisasikan seoptimal mungkin,” tandasnya. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *