BANDARLAMPUNG- Anggota Fraksi DPRD Kota Bandarlampung Dedi Yuginta, menggelar acara Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Kot Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Sabtu (12/07/2025).
Dalam kesempatan itu, Politisi PDI-Perjuangan ini mengatakan bahwa akibat arus globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi menggerus budaya Inidonesia yang melekat dengan budaya sopan santun, toleransi dan negara yang kaya akan budaya dan bahasa.
“Jangan sampai kita terpengatuh dengan budaya luar yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai Ideologi Pancasila. Karena kalau dulu kita keluar rumah mengenakan celana pendek kita malu. Namun sekarang perempuan pun sudah berani menggunakan rok pendok di mal atau tempat keramaian. Hal ini yang sama sekali tidak sesuai dengan norma-norma Pancasila,” jelas Dedi Yuginta.
Bahkan, lanjutnya di Media sosial (Medsos) dengan mudahnya budaya luat bisa diakses di Handphone melalui Internet. “Ini yang sangat bahaya. Kita dapat dengan mudahnya mengakses melihat video yang tidak lazim dengan budaya masyarakat Indonesia. Makanya mari kita awasi anak-anak kita dalam penggunaan Internert, berikan wawasan bjyay yang tidak pantas dan dilarang oleh norma-norma agama,” paparnya.
Selain itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandarlampung ini, berpesan agar para audiens dapat menyimak apa yang disampaikan dua pemateri.
“Kita hadir disini sudah meluangkan waktu sudah jauh-jauh sampai disini tidak dapat apa-aa, kan sayang. Disini kita bersama -sama menimba ilmu, dan ala yang kita dapat kan kita sampai kan juga dengan anak-anak dan keluarga di rumah,” tandasnya. (ron)







