F-PDIP Dedi Yuginta: Ibadah Puasa Bukan Sekedar Kewajiban Spiritual, Tapi Wujud Nyata Pengamalan Pancasila

banner 120x600

BANDARLAMPUNG- Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, mengajak masyarakat memaknai ibadah puasa Ramadhan tidak hanya sebagai kewajiban spiritual, tetapi juga sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dan kepedulian sosial.

Hal tersebut disampaikan Dedi Yuginta dalam agenda sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Rawa Laut, Kecamatan Tanjung Karang Timur pada Rabu (18/02/2026).

Legislator PDI-P ini mengatakan bulan puasa adalah momentum refleksi diri, peningkatan kesabaran, keikhlasan, serta penguatan rasa saling menghargai di tengah kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

“Jadi puasa ini adalah pengamalan sila pertama. Kita menunaikan Ketuhanan Yang Maha Esa. Bangsa Indonesia pasti harus punya agama, dan bagi umat Islam, Ramadhan adalah momen menjalankan perintah tersebut,” ujar Dedi Yuginta.

Baca Juga  Muhammad Darmawansyah: Pancasila Sejalan dengan Agama dan Jadikan Agama Landasan Berpolitik

Menurut Dedi Yuginta, ibadah puasa juga berkaitan erat dengan nilai kemanusiaan dan toleransi yang menjadi bagian dari sila Pancasila lainnya. Karena itu, dia mengingatkan bahwa hidup berdampingan dengan perbedaan keyakinan menuntut sikap saling menghormati, terutama di bulan Ramadhan.

Sebagai contoh, sambung dia, hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga perasaan tetangga dan tidak mempertontonkan kemewahan di tengah kondisi sosial yang tidak merata.

“Kita saling menghargai dengan menganut agama masing-masing, toleransi. Yang puasa juga harus toleransi. Jangan kita masak, baunya sampai ke tetangga, tapi tetangga nggak punya makanan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dedi Yuginta menekankan pentingnya semangat berbagi di bulan suci. Menurutnya, Ramadan bukan waktu untuk pamer kelimpahan, melainkan kesempatan memperkuat empati sosial terhadap sesama.

Baca Juga  Ketua Komisi II DPRD Minta Disdag Lebih Optimalkan Target Retribusi Pasar

Ia menyebut, berbagi kepada tetangga dan masyarakat sekitar bukan hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga mendatangkan nilai ibadah yang besar bagi umat Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Yuginta juga mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur masih diberi kesempatan bertemu kembali dengan bulan Ramadhan.

Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama karena berbagai alasan, termasuk faktor usia dan kesehatan.

“Kita bersyukur bisa masuk bulan puasa lagi. Banyak orang yang menginginkan puasa Ramadhan, tapi sudah dipanggil lebih dulu,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa serta permohonan maaf kepada seluruh pihak, seraya berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum memperbaiki diri, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat Bandar Lampung. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *